Apakah kamu mempercayai bahwa first impression atau kesan pertama akan memberikan pengaruh yang besar terhadap perasaan yang tumbuh dari tiap orang yang saling bertemu dan berinteraksi? Jika iya, maka biasanya orang yang mempercayai hal itu akan berusaha untuk menjadikan pertemuan pertama menjadi berkesan atau bahkan terbilang istimewa. Sikap ini, menandakan bahwa orang itu bersyukur atas takdir yang dijalaninya, ia tidak ingin melewatkan dengan sia-sia setiap episode kehidupannya yang lebih berwarna dan dipertemukan dengan orang-orang baru. Namun memang, ada juga orang-orang yang menganggap bahwa pertemuan pertama adalah hal yang biasa, normal pada umumnya. Mereka tak mempersiapkan secara khusus pertemuan yang sebenarnya telah ditakdirkan. Biasanya, perbedaan yang mendasar diantara keduanya adalah tentang acara yang akan dihadiri dan dengan siapa ia akan temui. Pertemuan yang berkesan dan bermakna cenderung akan mudah diingat dan memiliki tempat tersendiri dalam ruang ingatan dan rel...
Malam itu, sekitar pukul 00:07 WIB terlihat ia sedang duduk di ruang tamu beralaskan ubin keramik. Wajahnya tampak serius memandang laptop. Jari-jemarinya berpindah-pindah dari satu keyword ke keyword lain menandakan ia sedang mengetik. Sesekali ia memandang ke atas, seperti orang sedang mengingat-ingat tentang sesuatu. Saya mencoba menerka-nerka pikirannya. “Hmm, sepertinya saya masih harus berada di sini untuk mengamatinya terus.” Bisik saya dalam hati. “Alhamdulillahhhh!” ucapannya cukup mengusik keheningan malam. Untung saja, keluarganya tidak ada yang bangun. Ingin rasanya saya mencubitnya karena bikin kaget saja. Eh tapi lihatlah! Senyuman keluar dari wajahnya. Tak terlihat ketegangan yang tadi menyelimuti tubuhnya. Sepertinya ia sudah berhasil mengerjakan sesuatu? Apa itu? karena penasaran, saya mulai mengintip layar laptopnya. “Wah! Ia berhasil!” saya kembali berbisik dalam hati. “Huft, syukurlah ia sudah berhasil bangkit dan mulai berdamai dengan dirinya sendiri...