Langsung ke konten utama

Pertemuan yang Melekat di Hati Meski Singkat

Apakah kamu mempercayai bahwa first impression atau kesan pertama akan memberikan pengaruh yang besar terhadap perasaan yang tumbuh dari tiap orang yang saling bertemu dan berinteraksi? Jika iya, maka biasanya orang yang mempercayai hal itu akan berusaha untuk menjadikan pertemuan pertama menjadi berkesan atau bahkan terbilang istimewa. Sikap ini, menandakan bahwa orang itu bersyukur atas takdir yang dijalaninya, ia tidak ingin melewatkan dengan sia-sia setiap episode kehidupannya yang lebih berwarna dan dipertemukan dengan orang-orang baru. Namun memang, ada juga orang-orang yang menganggap bahwa pertemuan pertama adalah hal yang biasa, normal pada umumnya. Mereka tak mempersiapkan secara khusus pertemuan yang sebenarnya telah ditakdirkan. Biasanya, perbedaan yang mendasar diantara keduanya adalah tentang acara yang akan dihadiri dan dengan siapa ia akan temui. Pertemuan yang berkesan dan bermakna cenderung akan mudah diingat dan memiliki tempat tersendiri dalam ruang ingatan dan rel...

Memetik Hikmah, Mencipta Karya, dan Menebar Manfaat




Malam itu, sekitar pukul 00:07 WIB terlihat ia sedang duduk di ruang tamu beralaskan ubin keramik. Wajahnya tampak serius memandang laptop. Jari-jemarinya berpindah-pindah dari satu keyword ke keyword lain menandakan ia sedang mengetik. Sesekali ia memandang ke atas, seperti orang sedang mengingat-ingat tentang sesuatu. Saya mencoba menerka-nerka pikirannya. “Hmm, sepertinya saya masih harus berada di sini untuk mengamatinya terus.” Bisik saya dalam hati.

“Alhamdulillahhhh!” ucapannya cukup mengusik keheningan malam. Untung saja, keluarganya tidak ada yang bangun. Ingin rasanya saya mencubitnya karena bikin kaget saja. Eh tapi lihatlah! Senyuman keluar dari wajahnya. Tak terlihat ketegangan yang tadi menyelimuti tubuhnya. Sepertinya ia sudah berhasil mengerjakan sesuatu? Apa itu? karena penasaran, saya mulai mengintip layar laptopnya. “Wah! Ia berhasil!” saya kembali berbisik dalam hati.

“Huft, syukurlah ia sudah berhasil bangkit dan mulai berdamai dengan dirinya sendiri.” Bisik saya kembali.

“Ia sudah berhasil memutuskan langkah selanjutnya untuk berjalan.” Dari kejauhan, saya merasa tenang karena ia sudah berhasil bangkit dari keterpurukan.

Saya cukup mengerti apa yang ia alami. Bagaimana ia menjalani hari-harinya dan mengapa ia tersenyum kala itu. Dari layar laptonya pun, saya melihat 3 kata yang luar biasa menghiasi tulisan yang di buatnya pada sebuah blog baru. Judul blognya adalah “Hikmah, Karya, dan Manfaat”.

Saya jadi tertarik untuk membahas nya sedikit, mari kita mulai membahas secara sederhana. Semoga ada manfaat yang bisa diambil.


1. Kata pertama yang tertulis adalah Hikmah!

Hikmah dalam kbbi artinya adalah kebijaksanaan (dari Allah), sakti; kesaktian, arti atau makna yang dalam; manfaat. Jika merujuk ke bahasa arab, kata hikmah punya beberapa arti (lafadz musytarak). Dalam Lisan al-Arab, Ibn Manzhur menyebut hikmah itu al-qadha, artinya memutuskan.

Sedang di al-Mu’jam al-Wasรฎth, hikmah berasal dari kata hakama, bermakna melarang atau menghalangi (mana’a). Hukum itu dikatakan tegak jika menghalangi seseorang berbuat kezhaliman.

Selanjutnya, hikmah juga bermaksud adil dalam memutuskan sesuatu. Hikmah adalah mengetahui hakikat segala sesuatu apa adanya, dan mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya (Mu’jam Taj al-Arus).

Setidaknya saya merangkum ada 3 pengertian atau makna yang terkandung pada kata “hikmah” yang terdapat dalam Al-Qur’an.

1. Hikmah itu nasihat

"Dan yang telah diturunkan kepada kalian dari kitab dan hikmah untuk memberikan nasihat dan pengajaran kepadamu." (QS. Al-Baqarah: 231).

2. Hikmah itu pemahaman


"Dan Kami memberikan hikmah (pemahaman) kepadanya (Yahya) ketika dia masih kecil." (QS. Maryam: 12).

3. Hikmah itu pengetahuan


“Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab, hikmah (ilmu dan pemahaman) serta kenabian.” (QS. Al-An’am: 89).

Saya simpulkan bahwa hikmah adalah mengambil ‘sesuatu’ dari suatu takdir Allah yang terjadi pada hidup manusia dengan bijaksana, sesuai dengan syariat yang telah Allah berikan.

Biasanya, hikmah itu terjadi ketika kita mendapat suatu masalah. Lalu, kita memandang melalui sudut pandang lain untuk dapat mengambil atau memetik hikmahnya.

Misalnya, ada seseorang punya masalah dalam hidupnya. Ia kehilangan sesuatu yang dicintainya. Lalu ia bersedih karena merasa belum siap kehilangan. Ia juga merenungi dengan mengingat-ingat kebersamaan yang dilaluinya. Perjuangannya dalam mencintainya pun tak bisa dianggap main-main. Terbukti, ia yang selama ini setia menemaninya saat orang lain meninggalkannya. Ia pun juga menjadi seseorang yang pertama kali mencintainya.

Namun, ia sadar. Bahwa jika hanya bersedih saja ia tidak akan melangkah maju. Ia tidak akan melihat sisi positif takdir Allah. Padahal, skenario Allah adalah yang terbaik. Maka ia menjadi terlihat lebih sabar. Ia tidak memandang bahwa ini buruk. Tapi ia berhusnudzon kepada Allah dan mencoba memetik hikmah dari kejadian itu.

Saya mengerti tentangnya, ia sepertinya sudah memetik hikmah dari sebuah kejadian yang menimpanya dan saya senang karena ia sudah berhasil, selamat ya!

2. Ternyata ini maksudnya tentang karya

Setiap manusia hidup di dunia dengan batasan usia yang berbeda-beda. Berapa lama mereka hidup, pasti akan meninggal dan akan kembali pada Allah. Bukan hanya manusia ternyata, setiap makhluk ciptaan-Nya juga akan mati.

Lalu apa hubungan kematian dengan karya? Ternyata salah satu hal yang dapat kita pahami adalah kita hidup untuk berkarya. Loh? Memangnya benar?

"Jika seseorang anak adam meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali 3 perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shaleh." (HR. Muslim).

Cukuplah satu hadits Rasulullah SAW menjawab mengapa kita harus berkarya. Karena karya adalah apa yang kita hasilkan.

2 tugas utama manusia di muka bumi adalah menjadi hamba Allah (beribadah kepada-Nya) dan menjadi khalifah (pemimpin). Lalu, apa yang manusia tinggalkan? Yaitu amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shaleh. Dan kesemuanya adalah termasuk ke dalam karya.

Kisah Rasulullah SAW ketika hidup merupakan keteladanan terbaik bagi manusia untuk berkarya. Bagaimana beliau SAW mampu menjadi yang terbaik dalam setiap tugas yang diembannya. Figur pemimpin, ayah, suami, sahabat, anak, guru, dan manusia secara umum.

“Telah ada pada (diri) Rasulullah SAW itu suri tauladan yang baik bagimu.” (QS. Al-Ahzab: 21).

Kisah-kisah lainnya dari para Nabi dan Rasul, sahabat Rasulullah SAW, para ulama terdahulu, Muhammad Al-Fatih, Shalahuddin Al-Ayubi, Umar bin Abdul Aziz, Imam Syafi’i, Imam Malik, Imam Hanafi, Imam Hambali dan lain sebagainya. Mereka semua telah memberikan karya-karya terbaik untuk Islam. Karya yang sampai sekarang masih ada dan dirasakan keberadaannya.

Saya bertanya pada diri sendiri. Ada apa dengan kata karya yang ia tuliskan? Setelah beberapa waktu berfikir, saya dapat menyimpulkan bahwa ia telah berhasil untuk tetap berkarya dengan fasilitas yang Allah berikan. Masalah yang ia hadapi tidak membuatnya berhenti berkarya. Tetap semangat‼

3. Menebar manfaat itu yang terpenting

Manfaat artinya adalah beguna atau berfaedah. Bisa juga menguntungkan. Secara sederhana, menjadi bermanfaat sangat penting dalam berkehidupan di dunia. Karena sejatinya manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu dengan yang lain. Tidak mungkin manusia hidup sendirian.

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani).

Jika manusia hidup tidak melakukan sesuatu yang bermanfaat, maka hidupnya akan sia-sia saja. Ia hidup tapi serasa mati. Jadi, apapun yang kita lakukan yang penting bermanfaat untuk sekitar. Begitulah kira-kira.

Pernah suatu waktu saya berbicara padanya. Saya menanyakan mengapa ia harus repot-repot melakukan ini-itu. Bahkan terkadang ia mengorbankan dirinya sendiri. Ia menjawab “saya ingin bermanfaat untuk orang lain meskipun saya bukan orang yang baik dan masih suka melakukan dosa.”

Karena itulah, saya meyakini bahwa apa yang ia lakukan sekarang. Ia ingin terus menebar manfaat. Meski dari hal-hal yang kecil, sederhana, dan tidak banyak jumlahnya. Saya pun jadi mengerti bahwa memberi manfaat dapat dilakukan dengan apa saja asalkan tidak melanggar syariat Allah.

Semuanya dapat menjadi wasilah kebaikan asalkan Allah ridha dan saya senang karena ia telah menemukan wadah baru untuk dirinya dapat memberikan manfaat. Terimakasih‼

Pada akhirnya, saya merasa terinspirasi olehnya. 3 kata yang menjadi prinsip hidupnya InsyaAllah akan saya ingat terus. Saya bermohon pada Allah untuk senantiasa membimbingnya di jalan yang Allah ridha. Hidupnya senantiasa dalam keberkahan. Senantiasa dilindungi Allah.

Memetik hikmah dari setiap kejadian, mencipta karya untuk menjadi bekal kehidupan selanjutnya dan tetap menebar manfaat apapun kondisinya.


Komentar

  1. Lllllluuuaaaaarrr bbbbiiiiaaasssaaa๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMAHAMI TAKDIR ALLAH

1️⃣ Menerima dengan Ridha dan Menjalani dengan Ikhlas Ridha adalah lapangnya hati dalam menerima ketetapan Allah, baik yang terasa menyenangkan maupun yang menyakitkan. Ridha bukan berarti tidak merasa sedih, tetapi tidak memprotes keputusan Allah. Ridha berarti hati tidak memberontak atas apa yang Allah tetapkan. Sedangkan ikhlas adalah menjalani takdir tersebut semata-mata karena Allah, tanpa keluh kesah yang berlebihan dan tanpa menyalahkan keadaan. Ikhlas berarti tetap melangkah tanpa mengeluh, meski jalan terasa berat. Karena ketenangan lahir dari hati yang menerima keputusan-Nya. Allah ๏ทป berfirman: ู…َุง ุฃَุตَุงุจَ ู…ِู†ْ ู…ُุตِูŠุจَุฉٍ ุฅِู„َّุง ุจِุฅِุฐْู†ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ۗ ูˆَู…َู†ْ ูŠُุคْู…ِู†ْ ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ูŠَู‡ْุฏِ ู‚َู„ْุจَู‡ُ “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Taghฤbun: 11) Hati yang ridha dan ikhlas akan Allah bimbing untuk tetap tenang, meski ujian datang silih berga...

PROGRAM RAMADAN MULIA ISTIQAMAH BERSAMA

Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh kemuliaan dan keberkahan, bulan yang sangat istimewa dan sangat agung, dimana karunia serta ampunan Allah dilimpahkan tanpa batas. Pada bulan ini, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Amal kebaikan terasa sangat mudah dilakukan, program yang menawarkan kebermanfaatan terbentang luas agar saling meninggikan derajat bersama-sama. Selain itu, doa-doa diijabah dengan mudah, sehingga banyak umat Islam saling berlomba untuk kembali kepada Allah. Ramadan adalah madrasah iman yang Allah hadirkan setiap tahun untuk membentuk pribadi umat Islam menjadi bertaqwa. Allah SWT berfirman: ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ูƒُุชِุจَ ุนَู„َูŠْูƒُู…ُ ุงู„ุตِّูŠَุงู…ُ ูƒَู…َุง ูƒُุชِุจَ ุนَู„َู‰ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ู…ِู†ْ ู‚َุจْู„ِูƒُู…ْ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชَุชَّู‚ُูˆู†َ "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa." (QS. Al-Baqarah: 183) Namun realitanya, semangat Ramadan ...

Transformasi Pembaruan Dakwah Kampus; Sebuah Renovasi Cerdas-Paripurna

Secara etimologis Transformasi adalah Perubahan Rupa (betuk, sifat, fungsi dsb). Transformasi secara umum menurut kamus (The New Grolier Webster Internasional dictionary of English Language), menjadi bentuk yang berbeda namun mempunyai nilai-nilai yang sama, perubahan dari satu bentuk atau ungkapan menjadi suatu bentuk yang mempunyai arti atau ungkapan yang sama mulai dari struktur permukaan dan fungsi. Bisa kita saksikan dalam sejarah bahwa Islam adalah agama, nilai dan ajaran yang transformatif. Merubah tatanan hidup manusia dari keburukan yang berbagai macam rupa menjadi kebaikan-kebaikan yang penuh kemuliaan. Sedangkan permbaruan merupakan proses yang senantiasa dijalankan oleh alam semesta atau sebuah proses penyesuaian diri dengan realitas zaman. Kemudian dijelaskan tentang pelaku pembaharuan. Diceritakan kisah-kisah kepahlawanan dari para sahabat. Kesimpulannya terdapat dalam surah Ar-Ra’du: 11 bahwa sebuah pembaruan tidak akan pernah tercapai manakala kita belum berhasil me...