Apakah kamu mempercayai bahwa first impression atau kesan pertama akan memberikan pengaruh yang besar terhadap perasaan yang tumbuh dari tiap orang yang saling bertemu dan berinteraksi? Jika iya, maka biasanya orang yang mempercayai hal itu akan berusaha untuk menjadikan pertemuan pertama menjadi berkesan atau bahkan terbilang istimewa. Sikap ini, menandakan bahwa orang itu bersyukur atas takdir yang dijalaninya, ia tidak ingin melewatkan dengan sia-sia setiap episode kehidupannya yang lebih berwarna dan dipertemukan dengan orang-orang baru. Namun memang, ada juga orang-orang yang menganggap bahwa pertemuan pertama adalah hal yang biasa, normal pada umumnya. Mereka tak mempersiapkan secara khusus pertemuan yang sebenarnya telah ditakdirkan. Biasanya, perbedaan yang mendasar diantara keduanya adalah tentang acara yang akan dihadiri dan dengan siapa ia akan temui. Pertemuan yang berkesan dan bermakna cenderung akan mudah diingat dan memiliki tempat tersendiri dalam ruang ingatan dan rel...
"Saya pernah melakukan kekhilafan di masa lalu..." "Saya pernah melakukan dosa yang besar di masa lalu..." "Sekarang saya merasa bahwa diri saya ini sungguh hina, tak pantas saya melakukan kebaikan. Karena orang-orang telah menganggap saya manusia tak berguna, manusia pendosa, jahat, hina, buruk, karena saya telah melakukan hal yang seharusnya tidak saya lakukan..." "Sungguh, saya tertipu oleh bujuk rayu setan, tenggelam dalam balutan hawa nafsu..." "Saya merasa, saya tak punya masa depan yang cerah. Saya merasa, tak ada kesempatan untuk meraih surga. Masalah datang bertubi-tubi. Seakan menghantam jiwa bak bom yang meledak. Seakan seperti peluru yang memberondong tubuh hingga bolong. Ingin saya akhiri hidup ini, dengan angan semua masalah selesai dan surga di dapat..." Begitulah, mungkin perkataan yang terucap oleh orang-orang yang telah putus dari rahmat dan ampunan Allah, akal mereka hilang. Harapan mereka lenyap. Naudzubillah, semoga...