Apakah kamu mempercayai bahwa first impression atau kesan pertama akan memberikan pengaruh yang besar terhadap perasaan yang tumbuh dari tiap orang yang saling bertemu dan berinteraksi? Jika iya, maka biasanya orang yang mempercayai hal itu akan berusaha untuk menjadikan pertemuan pertama menjadi berkesan atau bahkan terbilang istimewa. Sikap ini, menandakan bahwa orang itu bersyukur atas takdir yang dijalaninya, ia tidak ingin melewatkan dengan sia-sia setiap episode kehidupannya yang lebih berwarna dengan dipertemukan dengan orang-orang baru. Namun memang, ada juga hal-hal yang tak dapat terduga bahkan dari kesan pertama. Alhasil, ada orang-orang yang menganggap bahwa pertemuan pertama adalah hal yang biasa, normal pada umumnya. Mereka tak mempersiapkan secara khusus pertemuan yang sebenarnya telah ditakdirkan. Biasanya, perbedaan yang mendasar diantara keduanya adalah tentang acara yang akan dihadiri dan dengan siapa ia akan temui. Pertemuan yang berkesan dan bermakna cenderung aka...
Apakah kamu mempercayai bahwa first impression atau kesan pertama akan memberikan pengaruh yang besar terhadap perasaan yang tumbuh dari tiap orang yang saling bertemu dan berinteraksi?
Jika iya, maka biasanya orang yang mempercayai hal itu akan berusaha untuk menjadikan pertemuan pertama menjadi berkesan atau bahkan terbilang istimewa. Sikap ini, menandakan bahwa orang itu bersyukur atas takdir yang dijalaninya, ia tidak ingin melewatkan dengan sia-sia setiap episode kehidupannya yang lebih berwarna dengan dipertemukan dengan orang-orang baru. Namun memang, ada juga hal-hal yang tak dapat terduga bahkan dari kesan pertama. Alhasil, ada orang-orang yang menganggap bahwa pertemuan pertama adalah hal yang biasa, normal pada umumnya. Mereka tak mempersiapkan secara khusus pertemuan yang sebenarnya telah ditakdirkan.
Biasanya, perbedaan yang mendasar diantara keduanya adalah tentang acara yang akan dihadiri dan dengan siapa ia akan temui. Pertemuan yang berkesan dan bermakna cenderung akan mudah diingat dan memiliki tempat tersendiri dalam ruang ingatan dan relung hati yang dalam. Dalam ilmu psikologi sosial ada konsep yang disebut Primacy Effect. Intinya, informasi yang kita terima di awal pertemuan cenderung lebih kuat membentuk penilaian kita, bahkan seringkali bertahan lama, meskipun setelahnya ada informasi baru.
Seorang yang sedang melamar kerja, pasti akan bertemu dengan HRD yang akan mengujinya pada tahap wawancara. Disini, kesan pertama akan memengaruhi nasib calon pelamar tadi untuk bisa diterima. Maka dari itu, biasanya calon pelamar akan mempersiapkan dengan sebaik mungkin agar sukses dalam pertemuan tersebut, hal lain yang bisa terjadi pada pertemuan-pertemuan kenegaraan, dan pertemuan penting lainnya. Meskipun fondasi dari tiap pertemuan dipengaruhi oleh pengalaman, pengetahuan, dan harapan dari seseorang yang sedang menjalani kehidupannya.
Beda halnya dengan kamu yang ingin membeli sesuatu di pasar, kamu akan temukan pedagang baru disana. Interaksi kalian akan tampak biasa saja, tanpa persiapan khusus semua akan terjadi normal dan berjalan apa adanya. Namun satu hal yang dapat kita pelajari dari first impression atau kesan pertama adalah perasaan yang tumbuh setelah pertemuan. Jika berlangsung baik, maka kita akan memiliki pendapat yang baik terhadap orang tersebut dan sebaliknya. Bahkan ketika kita sedang membeli sesuatu di toko, jika pelayanannya, barang yang diterima yang menjadi kesimpulan dari kesan pertama tadi tidak baik, maka kita tidak akan merekomendasikan orang lain untuk membeli di toko tersebut.
Dalam wawancara kerja, kesan pertama sangat menentukan sedangkan dalam hubungan jangka panjang, kesan pertama bisa berubah seiring berjalannya waktu. Dan keduanya harus ada keputusan yang tepat dan cepat untuk dapat menilai dan menjadi penentu interaksi kita dengan sesama. Kesan pertama memang membuka jalan bagi sebuah hubungan, tapi ketulusan dan konsistensi yang akan menentukan ke mana hubungan itu akan berjalan.
Kenapa first impression itu kuat?
- Otak butuh cepat menyimpulkan. Dalam beberapa detik, kita sudah “mengunci” kesan: orang ini ramah, dingin, percaya diri, atau tidak.
- Efek lanjutan (confirmation bias). Setelah punya kesan awal, kita cenderung mencari hal-hal yang menguatkan kesan itu.
- Emosi lebih membekas daripada logika. Seperti yang kamu tulis: perasaan setelah pertemuan itulah yang sering tersimpan paling lama.

Komentar
Posting Komentar