Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tips

Pertemuan yang Melekat di Hati Meski Singkat

Apakah kamu mempercayai bahwa first impression atau kesan pertama akan memberikan pengaruh yang besar terhadap perasaan yang tumbuh dari tiap orang yang saling bertemu dan berinteraksi? Jika iya, maka biasanya orang yang mempercayai hal itu akan berusaha untuk menjadikan pertemuan pertama menjadi berkesan atau bahkan terbilang istimewa. Sikap ini, menandakan bahwa orang itu bersyukur atas takdir yang dijalaninya, ia tidak ingin melewatkan dengan sia-sia setiap episode kehidupannya yang lebih berwarna dan dipertemukan dengan orang-orang baru. Namun memang, ada juga orang-orang yang menganggap bahwa pertemuan pertama adalah hal yang biasa, normal pada umumnya. Mereka tak mempersiapkan secara khusus pertemuan yang sebenarnya telah ditakdirkan. Biasanya, perbedaan yang mendasar diantara keduanya adalah tentang acara yang akan dihadiri dan dengan siapa ia akan temui. Pertemuan yang berkesan dan bermakna cenderung akan mudah diingat dan memiliki tempat tersendiri dalam ruang ingatan dan rel...

3 Faktor menjadi Pemimpin yang Sukses

  Jika harus membuat sebuah teori baru, kata pemimpin memiliki makna seseorang yang memiliki mimpi atau harapan.  Mengapa kita harus membahas tentang hal ini? Jawabannya karena pemimpin adalah tokoh sentral dalam perjuangan mewujudkan suatu mimpi, harapan, dan cita-cita. Pada pembahasan kali ini, kita akan memberikan pandangan terkait tips menjadi pemimpin yang sukses. Ada beberapa faktor yang memengaruhi jiwa kepemimpinan seseorang. Penasaran bagaimana caranya menjadi pemimpin yang sukses dan apa saja yang harus dimiliki oleh pemuda agar siap menjadi pemimpin? Kecerdasan Ruhaniyah atau Spiritual Kecerdasan yang bersifat kejiwaan dan kebatinan. Kecerdasan ini dibangun dan ditumbuhkan melalui kedekatan seseorang dengan Tuhannya. Agama menjadi sangat penting bagi kehidupan seseorang dan masa muda adalah saat yang paling tepat untuk mencari jati diri, sehingga tujuan hidup yang telah ditentukan senantiasa pada koridor kebenaran yang telah ditetapkan. Mengapa kita melakukan hal-ha...

Move On dari 'MANTAN' ? Begini Caranya ...

Bagi teman-teman yang saat ini tengah galau karena habis putus dari pacarnya atau lagi menjauh dari gebetannya, mungkin tulisan di bawah ini dapat membantu kalian agar tidak larut dalam kesedihan dan tetap memandang positif masa depan kalian. Ets, tapi tunggu dulu! Tulisan ini tidak serta merta ditunjukkan bagi mereka yang baru habis putus dari pacarnya (Karena saya sendiri pun tidak setuju dengan namanya pacaran) ataupun untuk mereka yang sedang berjuang move on. Tulisan ini berisi berupa tips yang lebih tepatnya ditunjukkan untuk seseorang yang sedang move on dari masalah yang sedang dihadapi, kata ‘mantan’ disini diperuntukkan untuk ‘masalah’ yang menimpa diri kalian ya. Entah itu permasalahan asmara, keluarga, saudara, organisasi, kuliah, sekolah, maupun permasalahan pribadi. Saya menggambarkan masalah itu seperti mantan yang seharusnya kita bangkit dan tetap melaju di jalan yang seharusnya. Bukan malah terpuruk dan meratapi masalah yang ada. Simak ulasan di bawah ini: 1.  Be...

Dari Hal ini Aku Belajar ...

Masih kupandangi matanya yang mulai berkaca air mata. Gerak bibirnya tampak kian memberat pertanda ia sedang menahan isak tangis yang akan mengalir. Sesekali jarinya menyeka ujung matanya agar air mata tidak jatuh membasahi pipinya. Malam itu, suasana dingin perlahan hangat seiring dengan semakin intensnya perbincangan kami berdua. Menjadi pendengar yang baik, kurasa menjadi tugasku sepanjang malam itu. Belajar bagaimana menahan mulut ini agar tidak lantas berucap kata yang dapat memotong pembicaraannya. Yaa, malam itu mengajarkanku bahwa menghargai orang yang sedang bicara adalah salah satu bentuk empati dan cara kita memahami perasaan orang lain. Kami berada di tempat makan yang cukup sepi pengunjung, namun suasana seperti ramai karena perbincangan kami diiringi oleh music pengantar yang cukup keras dinyalakan. Layar tancap berukuran cukup besar terpajang seperti sedang memperhatikan pengunjung yang datang, menandakan sedikitnya pengunjung yang menonton layar tancap itu yang berada d...

Bagaimana Seharusnya Kita Menyikapi Persoalan COVID 19

COVID 19 telah menyerang umat manusia di muka bumi. Virusnya telah menyebar ke banyak negara di belahan dunia. WHO pun sebagai organisasi kesehatan dunia, telah menetapkan bahwa virus ini masuk ke dalam kategori pandemi global. Indonesia, sebagai salah satu negara terdampak juga akhirnya menerapkan status darurat bencana nasional. Membuat berbagai berbagai aturan dan kebijakan demi merespon penanggulangan dampak penyebaran virus. Mulai dari PSBB hingga New Normal (Adaptasi Kebiasaan Baru). Di kalangan masyarakat umum, pemberitaan tentang covid 19 sering kali menjadi topik utama. Mulai dari ibu-ibu rumah tangga, pegawai kantor, tukang ojek, pengusaha, hingga para pejabat negara. Ekosistem kehidupan masyarakat pun berubah cukup besar seiring berjalannya waktu. Selain itu, berbagai berita dan informasi tentang COVID 19 yang beredar melalui sosial media maupun media lainnya pun bervariasi keabsahannya. Ada yang berupa fakta, ada yang berupa hoax. Saat ini, bagi masyarakat umum penyaringan ...

5 Langkah Menuju Jama'ah Satu Hati

Mengapa di dunia yang dewasa saat ini, umat Islam masih belum bisa bersatu seutuhnya? Lalu bagaimanakah caranya agar umat Islam dapat menuju Jama'ah yang satu hati? Coba tanya pada diri kita sendiri, apa yang sudah kita (sebagai seorang muslim) lakukan untuk memperjuangkannya? Jika kita lihat sejarah, berkaitan dengan persatuan, Allah  SWT telah  memberikan contoh kepada hamba-Nya melalui  kemenangan Islam saat penaklukkan kota Mekkah (Fathu Mekkah). Ketika Muhammad Al-Fatih bersama pasukannya berhasil menaklukkan kota konstantinopel serta Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang berhasil menjadikan masanya menjadi masa keemasan dari sejarah umat Islam. Ya, sejarah mencatat bahwa Islam pernah menguasai 1/3 dunia. Mereka yang telah merasakan keberhasilan adalah jama'ah yang satu hati. Mereka  berpegang teguh untuk siap menjalankan segala konsekuensi dari kalimat syahadat. Ia siap berjanji untuk menjalankan Islam secara keseluruhan (Syumuliatul Islam). Ini adalah ‘janji setia...