Langsung ke konten utama

Pertemuan yang Melekat di Hati Meski Singkat

Apakah kamu mempercayai bahwa first impression atau kesan pertama akan memberikan pengaruh yang besar terhadap perasaan yang tumbuh dari tiap orang yang saling bertemu dan berinteraksi? Jika iya, maka biasanya orang yang mempercayai hal itu akan berusaha untuk menjadikan pertemuan pertama menjadi berkesan atau bahkan terbilang istimewa. Sikap ini, menandakan bahwa orang itu bersyukur atas takdir yang dijalaninya, ia tidak ingin melewatkan dengan sia-sia setiap episode kehidupannya yang lebih berwarna dan dipertemukan dengan orang-orang baru. Namun memang, ada juga orang-orang yang menganggap bahwa pertemuan pertama adalah hal yang biasa, normal pada umumnya. Mereka tak mempersiapkan secara khusus pertemuan yang sebenarnya telah ditakdirkan. Biasanya, perbedaan yang mendasar diantara keduanya adalah tentang acara yang akan dihadiri dan dengan siapa ia akan temui. Pertemuan yang berkesan dan bermakna cenderung akan mudah diingat dan memiliki tempat tersendiri dalam ruang ingatan dan rel...

Perjalanan yang Membutuhkan Pilihan; Menjaga Cinta atau Mengobati Hati

"Hidup adalah soal pilihan. Manusia dituntut untuk menentukan pilihan mana yang terbaik baginya. Seperti dua mata koin, kita akan mendapatkan jawaban ketika sebuah pilihan telah digulirkan. Setiap pilihan pasti memiliki dampak dan risiko. Semakin besar dampak yang ditawarkan, maka semakin besar pula risiko yang diterima. Maka, selalu libatkan Allah dalam setiap pilihan hidup, karena Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu dan Maha Mengetahui apapun yang terjadi."

"Setelah menjalani lika-liku kehidupan, manis-pahitnya perjalanan, kini aku mulai mengerti bahwa diri ini harus lebih berhati-hati dalam menentukan sebuah pilihan jalan. Bukan hanya sekedar keinginan atau hawa nafsu yang dituruti, namun juga kebutuhan dalam diri berupa keimanan dan kesehatan yang harus diprioritaskan atau diutamakan. Kini aku mulai mengerti bagaimana melakukannya karena Allah telah menunjukkan jalan terbaiknya padaku."

Mari sejenak kita melakukan refleksi, mengingat dan membayangkan betapa banyak permasalahan dan keburukan yang terjadi selama ini, berasal dari sesuatu yang mendorong untuk berbuat kerusakan dan pembiaran. Merusak bumi, alam dan segala isinya. Membiarkan kejahatan terjadi, dan melakukan pembiaran karena tidak peduli lagi dengan lingkungan sekitar.

Padahal, Allah telah memberi manusia kenikmatan dan fasilitas kehidupan. Baik berupa akal, hati dan iman. Hanya saja, banyak manusia yang tidak mampu memanfaatkannya sebaik mungkin, tidak mau memaksimalkannya agar menjadi manusia yang bertaqwa dan paripurna.

Dalam menentukan pilihannya, manusia akan merasakan dengan hati, memikirkan dengan akal dan melandaskan dengan iman. Baik buruk itu sebenarnya relatif jika dalam sudut pandang manusia yang beraneka ragam. Namun jika itu menurut Allah, maka jawabannya hanya satu, yaitu KEBENARAN yang mutlak. Inilah keyakinan bagi umat muslim di seluruh dunia.

Ketika manusia diberi kesempatan memilih oleh Allah, maka disana kita sedang diajarkan rasa tanggung jawab sebagai manusia. Termasuk dalam hal mencintai.

"Setiap orang berhak untuk mencintai atau dicintai, karena mereka memiliki hati untuk merasakannya. Namun yang akan menjadi persoalan adalah tentang bagaimana kala hati mulai jatuh cinta, tentang bagaimana kita seharusnya mengekspresikan cinta secara benar sesuai ketentuan dari-Nya, Sang Pemberi Cinta."

Sebuah pilihan dalam CINTA adalah bahagia atau sakit hati dan menjaga atau mengobati. Mencintai dan dicintai adalah sebuah perjalanan. Seseorang yang sedang bingung dalam perjalanan panjang hidupnya namun tidak membuka atau mengikuti peta sebagai petunjuk arah. Maka ia akan sulit sampai ke tujuan. Pilihan baginya adalah membuka peta itu atau meminta petunjuk kepada orang lain yang ditemuinya.

"Cobalah untuk menempatkan cinta pada posisi yang seharusnya dan ekspresikan cinta sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh-Nya. Jika landasan cinta adalah keimanan, maka sesungguhnya kita sedang menempatkan cinta pada posisi yang seharusnya. Menjaga cinta berarti kita sedang menempatkan cinta pada derajat yang tinggi dan mengobati cinta adalah jalan untuk mengembalikan kemuliaan cinta."

Mana yang lebih baik, menjaga atau mengobati? jawabannya adalah menjaga lebih baik untuk terhindar dari akibat buruk yang berpotensi diterima dari suatu pilihan. Risikonya adalah kita perlu berhati-hati dan komitmen menjaganya. Mengobati adalah proses healing yang dilakukan untuk memulihkan, menyembuhkan dan mengembalikan diri pada kondisi yang sehat. Risikonya adalah kita perlu kesabaran menerima rasa sakit, menjalani aktivitas yang tidak biasa dan butuh komitmen juga pada masa pengobatan.

Maka dari itu setiap manusia masih memiliki kesempatan memperbaiki kesalahan, masih memiliki maaf setelah dikecewakan, dan masih memiliki rasa malu terhadap perbuatan yang tidak baik. Kita perlu untuk mengajak mereka pada kebaikan, mengarahkan mereka untuk belajar agama. Mendatangi pengajian yang membawa pencerahan. Maka, ajaklah mereka kepada kebaikan dan majelis ilmu dengan cara yang baik dan penuh hikmah.

Jangan sampai kesucian dan kemuliaan cinta hilang begitu saja tanpa adanya perjuangan. :)

Menjaga hati adalah keharusan bagi setiap orang yang memilikinya, jangan biarkan hati sakit, rusak atau mati. Menata hati adalah keharusan bagi setiap orang yang ingin memiliki hidup yang berjalan penuh kebaikan, jangan biarkan hati berantakan atau tak karuan. Karena hati sangat berharga bagi hidup manusia, perlakukanlah dengan istimewa.


#30DWC #30DWCJilid43 #Day27

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMAHAMI TAKDIR ALLAH

1️⃣ Menerima dengan Ridha dan Menjalani dengan Ikhlas Ridha adalah lapangnya hati dalam menerima ketetapan Allah, baik yang terasa menyenangkan maupun yang menyakitkan. Ridha bukan berarti tidak merasa sedih, tetapi tidak memprotes keputusan Allah. Ridha berarti hati tidak memberontak atas apa yang Allah tetapkan. Sedangkan ikhlas adalah menjalani takdir tersebut semata-mata karena Allah, tanpa keluh kesah yang berlebihan dan tanpa menyalahkan keadaan. Ikhlas berarti tetap melangkah tanpa mengeluh, meski jalan terasa berat. Karena ketenangan lahir dari hati yang menerima keputusan-Nya. Allah ﷻ berfirman: مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Taghābun: 11) Hati yang ridha dan ikhlas akan Allah bimbing untuk tetap tenang, meski ujian datang silih berga...

PROGRAM RAMADAN MULIA ISTIQAMAH BERSAMA

Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh kemuliaan dan keberkahan, bulan yang sangat istimewa dan sangat agung, dimana karunia serta ampunan Allah dilimpahkan tanpa batas. Pada bulan ini, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Amal kebaikan terasa sangat mudah dilakukan, program yang menawarkan kebermanfaatan terbentang luas agar saling meninggikan derajat bersama-sama. Selain itu, doa-doa diijabah dengan mudah, sehingga banyak umat Islam saling berlomba untuk kembali kepada Allah. Ramadan adalah madrasah iman yang Allah hadirkan setiap tahun untuk membentuk pribadi umat Islam menjadi bertaqwa. Allah SWT berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa." (QS. Al-Baqarah: 183) Namun realitanya, semangat Ramadan ...

Transformasi Pembaruan Dakwah Kampus; Sebuah Renovasi Cerdas-Paripurna

Secara etimologis Transformasi adalah Perubahan Rupa (betuk, sifat, fungsi dsb). Transformasi secara umum menurut kamus (The New Grolier Webster Internasional dictionary of English Language), menjadi bentuk yang berbeda namun mempunyai nilai-nilai yang sama, perubahan dari satu bentuk atau ungkapan menjadi suatu bentuk yang mempunyai arti atau ungkapan yang sama mulai dari struktur permukaan dan fungsi. Bisa kita saksikan dalam sejarah bahwa Islam adalah agama, nilai dan ajaran yang transformatif. Merubah tatanan hidup manusia dari keburukan yang berbagai macam rupa menjadi kebaikan-kebaikan yang penuh kemuliaan. Sedangkan permbaruan merupakan proses yang senantiasa dijalankan oleh alam semesta atau sebuah proses penyesuaian diri dengan realitas zaman. Kemudian dijelaskan tentang pelaku pembaharuan. Diceritakan kisah-kisah kepahlawanan dari para sahabat. Kesimpulannya terdapat dalam surah Ar-Ra’du: 11 bahwa sebuah pembaruan tidak akan pernah tercapai manakala kita belum berhasil me...