Langsung ke konten utama

MEMAHAMI TAKDIR ALLAH

1️⃣ Menerima dengan Ridha dan Menjalani dengan Ikhlas Ridha adalah lapangnya hati dalam menerima ketetapan Allah, baik yang terasa menyenangkan maupun yang menyakitkan. Ridha bukan berarti tidak merasa sedih, tetapi tidak memprotes keputusan Allah. Ridha berarti hati tidak memberontak atas apa yang Allah tetapkan. Sedangkan ikhlas adalah menjalani takdir tersebut semata-mata karena Allah, tanpa keluh kesah yang berlebihan dan tanpa menyalahkan keadaan. Ikhlas berarti tetap melangkah tanpa mengeluh, meski jalan terasa berat. Karena ketenangan lahir dari hati yang menerima keputusan-Nya. Allah ﷻ berfirman: مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Taghābun: 11) Hati yang ridha dan ikhlas akan Allah bimbing untuk tetap tenang, meski ujian datang silih berga...

MUSLIM PRODUKTIF... (BAGIAN 1)

                                         

Pada moment kali ini, izinkan saya untuk memberikan sedikit ulasan tentang buku yang sedang saya baca yaitu Muslim Produktif Ketika Keimanan Menyatu dengan Produktivitas karya Mohammed Faris. Buku ini merupakan buku yang bisa saya bilang cukup ringan dan isinya berhubungan atau berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Buku ini berjumlah 296 halaman dan terbagi ke dalam 9 bab. Mohammed Faris merupakan founder dari productivemuslim.com.

Di awal buku ini, Mohammed Faris menjelaskan dua tujuan menulis bukunya tersebut. Pertama adalah untuk mengumpulkan apa saja yang sudah ia temukan tentang produktivitas dan bagaimana kaitannya dengan Islam, yang kedua adalah menginspirasi kita untuk menjalani kehidupan yang produktif.

Buku ini bukan jenis buku ‘guru’ kita, ataupun buku yang khas Islami, tetapi kombinasi yang dinamis dari keduanya, yang terjalin mulus untuk membawa kita pada perjalanan menuju level berikutnya, InsyaAllah.

Buku ini dipersembahkan bagi setiap muslim yang sungguh-sungguh ingin meningkatkan diri dan menjadi masyarakat yang produktif dari umat ini. Mari kita renungkan firman Allah : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’du : 11).

Produktif dalam KBBI artinya adalah mampu menghasilkan (dalam jumlah besar), mendatangkan (memberi hasil, manfaat, dan sebagainya), menguntungkan, mampu menghasilkan terus dan dipakai secara teratur untuk membentuk unsur-unsur baru. Produktif merupakan kata sifat yang secara ringkas dapat diartikan sebagai output dari suatu input: seberapa banyak kita mendapatkan hasil dari apa yang kita investasikan. Misalnya, jika kita menginvestasikan waktu 3 jam untuk menyelesaikan satu tugas yang seharusnya 6 jam.

Tapi bagi manusia yang merupakan invidu dari satu kesatuan ruh dan jasad, ada rumus dalam mendefinisikan produktivitas. Yaitu : Produktivitas = Fokus x Energi x Waktu.

Ringkas dari rumus tersebut adalah jika kita memiliki fokus dan waktu, tapi kekurangan energi, maka kita akan lelah dan lesu ketika melaksanakan tugas tersebut. Jika kita punya banyak energi dan waktu tapi kurang fokus, kita tidak akan bisa konsentrasi dalam menyelesaikan tugas kita yang akhirnya salah dalam pembuatan skala prioritas. Jika kita puya energi dan fokus tapi gaada waktu buat menyelesaikan tugas tersebut, maka tugas tersebut tidak akan bisa dikerjakan. Karena itulah, produktivitas merupakan hasil dari ketiga unsur tersebut.

WAKTU + FOKUS - ENERGI = LELAH
ENERGI + WAKTU - FOKUS = BINGUNG
FOKUS + ENERGI - WAKTU = GAGAL

Definisi tadi, akan membantu kita dengan mudah dalam memahami mengapa kita menjadi tidak produktif pada saat-saat tertentu. Contohnya, seperti sekarang ini. Dimasa semi lockdown begini, apakah kita produktif? Silahkan tanyakan pada diri kita sekaran ini “saya ini lelah, tidak fokus, atau terburu-buru?” yang mana jawabannya akan menunjukkan unsur mana yang harus kita maksimalkan untuk meningkatkan produktivitas kita.

Dan point penting dari produktivitas adalah apa yang kita lakukan atau kerjakan, itu bermanfaat yang menjadi tujuan. Jadi definisi lengkapnya adalah Produktivitas adalah tentang membuat pilihan yang cerdas (secara terus menerus) dengan energi, fokus, dan waktu kita untuk memaksimalkan potensi yang ada pada diri kita serta meraih hasil yang bermanfaat.

bersambung ...

#30DWC #30DWCJilid43 #Day11

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Transformasi Pembaruan Dakwah Kampus; Sebuah Renovasi Cerdas-Paripurna

Secara etimologis Transformasi adalah Perubahan Rupa (betuk, sifat, fungsi dsb). Transformasi secara umum menurut kamus (The New Grolier Webster Internasional dictionary of English Language), menjadi bentuk yang berbeda namun mempunyai nilai-nilai yang sama, perubahan dari satu bentuk atau ungkapan menjadi suatu bentuk yang mempunyai arti atau ungkapan yang sama mulai dari struktur permukaan dan fungsi. Bisa kita saksikan dalam sejarah bahwa Islam adalah agama, nilai dan ajaran yang transformatif. Merubah tatanan hidup manusia dari keburukan yang berbagai macam rupa menjadi kebaikan-kebaikan yang penuh kemuliaan. Sedangkan permbaruan merupakan proses yang senantiasa dijalankan oleh alam semesta atau sebuah proses penyesuaian diri dengan realitas zaman. Kemudian dijelaskan tentang pelaku pembaharuan. Diceritakan kisah-kisah kepahlawanan dari para sahabat. Kesimpulannya terdapat dalam surah Ar-Ra’du: 11 bahwa sebuah pembaruan tidak akan pernah tercapai manakala kita belum berhasil me...

Perjalanan yang Membutuhkan Pilihan; Menjaga Cinta atau Mengobati Hati

"Hidup adalah soal pilihan. Manusia dituntut untuk menentukan pilihan mana yang terbaik baginya. Seperti dua mata koin, kita akan mendapatkan jawaban ketika sebuah pilihan telah digulirkan. Setiap pilihan pasti memiliki dampak dan risiko. Semakin besar dampak yang ditawarkan, maka semakin besar pula risiko yang diterima. Maka, selalu libatkan Allah dalam setiap pilihan hidup, karena Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu dan Maha Mengetahui apapun yang terjadi." "Setelah menjalani lika-liku kehidupan, manis-pahitnya perjalanan, kini aku mulai mengerti bahwa diri ini harus lebih berhati-hati dalam menentukan sebuah pilihan jalan. Bukan hanya sekedar keinginan atau hawa nafsu yang dituruti, namun juga kebutuhan dalam diri berupa keimanan dan kesehatan yang harus diprioritaskan atau diutamakan. Kini aku mulai mengerti bagaimana melakukannya karena Allah telah menunjukkan jalan terbaiknya padaku." Mari sejenak kita melakukan refleksi, mengingat dan membayangkan betapa ...

MEMAHAMI TAKDIR ALLAH

1️⃣ Menerima dengan Ridha dan Menjalani dengan Ikhlas Ridha adalah lapangnya hati dalam menerima ketetapan Allah, baik yang terasa menyenangkan maupun yang menyakitkan. Ridha bukan berarti tidak merasa sedih, tetapi tidak memprotes keputusan Allah. Ridha berarti hati tidak memberontak atas apa yang Allah tetapkan. Sedangkan ikhlas adalah menjalani takdir tersebut semata-mata karena Allah, tanpa keluh kesah yang berlebihan dan tanpa menyalahkan keadaan. Ikhlas berarti tetap melangkah tanpa mengeluh, meski jalan terasa berat. Karena ketenangan lahir dari hati yang menerima keputusan-Nya. Allah ﷻ berfirman: مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Taghābun: 11) Hati yang ridha dan ikhlas akan Allah bimbing untuk tetap tenang, meski ujian datang silih berga...