Langsung ke konten utama

Pertemuan yang Melekat di Hati Meski Singkat

Apakah kamu mempercayai bahwa first impression atau kesan pertama akan memberikan pengaruh yang besar terhadap perasaan yang tumbuh dari tiap orang yang saling bertemu dan berinteraksi? Jika iya, maka biasanya orang yang mempercayai hal itu akan berusaha untuk menjadikan pertemuan pertama menjadi berkesan atau bahkan terbilang istimewa. Sikap ini, menandakan bahwa orang itu bersyukur atas takdir yang dijalaninya, ia tidak ingin melewatkan dengan sia-sia setiap episode kehidupannya yang lebih berwarna dan dipertemukan dengan orang-orang baru. Namun memang, ada juga orang-orang yang menganggap bahwa pertemuan pertama adalah hal yang biasa, normal pada umumnya. Mereka tak mempersiapkan secara khusus pertemuan yang sebenarnya telah ditakdirkan. Biasanya, perbedaan yang mendasar diantara keduanya adalah tentang acara yang akan dihadiri dan dengan siapa ia akan temui. Pertemuan yang berkesan dan bermakna cenderung akan mudah diingat dan memiliki tempat tersendiri dalam ruang ingatan dan rel...

Ini dia 'karakteristik' yang dicintai Allah, kamu udah termasuk belum? (Bagian 2)

 

3. Orang-orang yang bertaqwa


"Sungguh Allah mencintai orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Imran: 76; QS. At Taubah: 4 dan 7).

Taqwa menjadi bekal terbaik bagi kita untuk menghadap kehadirat Allah di yaumul akhir nanti. Ketaqwaan menjadi cerminan dari akhlak mulia dan amal shaleh. Iman dan amal shaleh, menjadi penghantar kita mendapat ridha Allah.

4. Orang-orang yang berserah diri


"Sungguh Allah mencintai orang-orang yang berserah diri." (QS. Al-Imran: 159).


Berserah diri merupakan tanda bahwa kita tawakkal kepada Allah. Caranya bisa dengan berdoa dan menyerahkan segala hasil, apa yang telah kita ikhtiarkan kepada Allah.

Dengan keimanan yang tinggi, segala hal yang terjadi pada dirinya, ia serahkan kepada Allah. Dzat Yang Maha Memiliki Segalanya. Ia merasa tidak memiliki apa-apa kecuali yang diberi oleh Allah. Hidupnya akan lebih lapang dan senantiasa bersyukur pada Allah.

5. Orang-orang yang bersabar


“Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah. Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Imran: 146).

Bersabar disini adalah sabar yang aktif. Contoh, ketika ia sedang diberi ujian rumah tangga. Ia bersabar, memperbaiki diri, meminta maaf, bertaubat, mencari cara agar dapat melewati ujian itu dengan baik, sembari mengharap Allah segera memberikan pertolongan. Bukan sabar yang pasif, ketika diberi ujian, sabar, diem aja, tidak mau berubah, tidak mau intropeksi diri dan hanya menyerahkan saja kepada Allah tanpa ada ikhtiar dan tawakkal.

Karena itu ia tidak akan menyerah dengan keadaan. Ia menyadari dengan benar bahwa hidup adalah ujian. Maka dari itu, ia tidak menyalahkan segala hal yang dianggap buruk yang menimpa dirinya.

Kemudian kala ia ditimpa musibah, tidak serta merta membuat mereka membenci dan berburuk sangka kepada Allah. Malah, dengan hal itu makin meningkatkan keimanannya kepada Allah Ta'ala.

Dengan bersabar, akan melatih mental, jiwa, fikiran, dan tubuh kamu dalam menghadapi segala rintangan yang akan menghadang. Cobalah terus bersabar! tapi sabar yang aktif ya bukan yang pasif.

6. Orang-orang yang berbuat adil 


“Dan jika kamu memutuskan perkara, maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.” (QS. Al-Ma’idah: 42).

Wah, yang terakhir ini bisa menjadi point khusus untuk seorang pemimpin. Memutuskan suatu perkara untuk adil memang berat. Membutuhkan kemampuan terbaik pada diri agar setiap keputusan yang kita ambil menjadi adil di mata Allah.

Selain pemimpin, seorang hakim pun sangat dituntut untuk memiliki rasa keadilan. Yah, keadilan memang menjadi bahasan yang tidak akan pernah habis disuarakan oleh rakyat. Padahal di dalam Al-Qur'an telah diberikan petunjuk agar kita dapat berlaku adil dan Allah lah Yang Maha Adil.

Diantara 6 karakter umum diatas, apakah kamu sudah termasuk di dalamnya? Kalau belum, jangan berputus asa. Terus perbarui diri kamu menjadi lebih baik. Ingat setiap dari kita tidak luput dari dosa. Semangat ya agar dicintai Allah. Jangan terlalu memusingkan penilaian manusia. Oke?

Lebih lanjut dan luas, ada sekitar 40 karakteristik -mereka yang- dicintai oleh Allah.
Ayo kita berlomba-lomba agar dicintai Allah! Ingatkan saya terus ya, karena saya pun masih berusaha agar dicintai Allah. Kalau kita sudah bersama-sama dicintai Allah, bukankah itu suatu kenikmatan yang besar? Jangan lupa juga ajak setiap umat Rasulullah Salallahu alaihi wasallam yang dapat kamu ajak yaaa. Allahumma Sholli a'la sayyidina Muhammad.

-Selesai-

#30DWC #30DWCJilid43 #Day21

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMAHAMI TAKDIR ALLAH

1️⃣ Menerima dengan Ridha dan Menjalani dengan Ikhlas Ridha adalah lapangnya hati dalam menerima ketetapan Allah, baik yang terasa menyenangkan maupun yang menyakitkan. Ridha bukan berarti tidak merasa sedih, tetapi tidak memprotes keputusan Allah. Ridha berarti hati tidak memberontak atas apa yang Allah tetapkan. Sedangkan ikhlas adalah menjalani takdir tersebut semata-mata karena Allah, tanpa keluh kesah yang berlebihan dan tanpa menyalahkan keadaan. Ikhlas berarti tetap melangkah tanpa mengeluh, meski jalan terasa berat. Karena ketenangan lahir dari hati yang menerima keputusan-Nya. Allah ﷻ berfirman: مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Taghābun: 11) Hati yang ridha dan ikhlas akan Allah bimbing untuk tetap tenang, meski ujian datang silih berga...

PROGRAM RAMADAN MULIA ISTIQAMAH BERSAMA

Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh kemuliaan dan keberkahan, bulan yang sangat istimewa dan sangat agung, dimana karunia serta ampunan Allah dilimpahkan tanpa batas. Pada bulan ini, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Amal kebaikan terasa sangat mudah dilakukan, program yang menawarkan kebermanfaatan terbentang luas agar saling meninggikan derajat bersama-sama. Selain itu, doa-doa diijabah dengan mudah, sehingga banyak umat Islam saling berlomba untuk kembali kepada Allah. Ramadan adalah madrasah iman yang Allah hadirkan setiap tahun untuk membentuk pribadi umat Islam menjadi bertaqwa. Allah SWT berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa." (QS. Al-Baqarah: 183) Namun realitanya, semangat Ramadan ...

Transformasi Pembaruan Dakwah Kampus; Sebuah Renovasi Cerdas-Paripurna

Secara etimologis Transformasi adalah Perubahan Rupa (betuk, sifat, fungsi dsb). Transformasi secara umum menurut kamus (The New Grolier Webster Internasional dictionary of English Language), menjadi bentuk yang berbeda namun mempunyai nilai-nilai yang sama, perubahan dari satu bentuk atau ungkapan menjadi suatu bentuk yang mempunyai arti atau ungkapan yang sama mulai dari struktur permukaan dan fungsi. Bisa kita saksikan dalam sejarah bahwa Islam adalah agama, nilai dan ajaran yang transformatif. Merubah tatanan hidup manusia dari keburukan yang berbagai macam rupa menjadi kebaikan-kebaikan yang penuh kemuliaan. Sedangkan permbaruan merupakan proses yang senantiasa dijalankan oleh alam semesta atau sebuah proses penyesuaian diri dengan realitas zaman. Kemudian dijelaskan tentang pelaku pembaharuan. Diceritakan kisah-kisah kepahlawanan dari para sahabat. Kesimpulannya terdapat dalam surah Ar-Ra’du: 11 bahwa sebuah pembaruan tidak akan pernah tercapai manakala kita belum berhasil me...