Langsung ke konten utama

Menguatkan Ukhuwah Islamiyah di Tengah Realitas Dunia Islam Hari Ini

Sesungguhnya Islam itu mempunyai kaidah-kaidah (sistem) pendidikan yang istimewa yang berdiri tegak di atas dasar-dasar kejiwaan yang kokoh pada setiap jiwa para pemeluknya. Sistem ini adalah sistem pendidikan yang kekal, dimana tidak akan sempurna upaya pembentukan kepribadian yang islamis kecuali dengan merealisasikan konsep tersebut dengan menanamkan akar-akar tersebut dalam jiwa setiap individu maupun masyarakat, dan dengan membangun masyarakat Islam atas dasar saling tolong menolong yang menguntungkan dimana diantaranya terdapat ikatan yang kokoh, etika yang tinggi, serta rasa kasih sayang. Ukhuwah Islamiyah bukan hanya konsep spiritual atau teori dalam buku-buku dakwah. Ia adalah kekuatan peradaban yang dahulu mampu menyatukan umat Islam dalam satu barisan. Namun jika kita melihat realitas dunia Islam saat ini, khususnya di kawasan Timur Tengah, kita menyaksikan bagaimana ukhuwah sering kali melemah akibat konflik, perpecahan, dan kepentingan politik. Padahal Allah telah menging...

3 Hal Tentang Hati yang Harus Kamu Ketahui!

 


“Hati adalah laksana bejana, jika ia telah dipenuhi oleh kebenaran, maka ia akan menampakkan banyak cahaya pada anggota tubuh lainnya, dan jika hati itu dipenuhi oleh kebatilan, maka ia akan menampakkan banyak kegelapan pada anggota tubuh lainnya.”
Begitulah sebuah perkataan dari seorang ulama terdahulu yang bernama Ahmad bin Khadhrawaih rahimahullah. Dan kali ini, ada beberapa hal yang berkaitan dengan hati untuk kita bersama-sama berhati-hati agar tidak mudah mempermainkan hati.

1.       Hati adalah fitrah yang suci

Sungguh perkataan diatas tepat untuk menggambarkan apa itu hati, karena hati Allah berikan pada tiap manusia sebagai fitrah yang suci. Maka tak salah ada yang mengatakan bahwa hati tidak pernah berbohong. Tapi akal lah yang telah dikotori oleh hawa nafsu yang akhirnya mengolah apa isi hati, untuk dapat di sampaikan kepada mulut atau anggota badan.

Setiap orang yang jahat, perampok, koruptor, pembunuh, pezina, pemabuk dan orang jahat lainnya pasti dalam hatinya masih merasakan kebenaran. Hati mereka masih berbisik bahwa apa yang dilakukannya adalah salah. Kecuali orang-orang yang telah Allah tutup hatinya dari kebenaran yang tidak dapat merasakannya.

Karena hati adalah fitrah yang suci, maka kita harus menjaganya agar tetap suci. Kita harus selalu memperbarui diri kita dari dosa dengan beristighfar dan bertaubat. Karena memang meski hati adalah suci. Tapi hakikatnya manusia adalah makhluk yang tak luput dari dosa dan salah. Kecuali orang-orang yang telah Allah tetapkan bersih dari dosa.

2.       Hati adalah kunci keikhlasan

Berbicara tentang hati, kita harus berhati-hati. Jangan sampai kita sakit hati apalagi hati kita sakit. Karena itu hati haruslah dijaga dengan hati-hati agar senantiasa takut pada Allah SWT. Supaya hati sehat dan dapat mengendalikan akal serta hawa nafsu yang kerap kali setan masuk untuk merusak dan mengotori hati yang suci.

Hati merupakan tempat niat bernaung. Ia menjadi kunci keikhlasan dalam beramal. Tanda Allah akan menerima amal seseorang adalah jika ia mengerjakan ibadah dengan hati yang ikhlas. Dan berhati-hatilah. Banyak penyakit hati yang harus diwaspadai. Kikir, riya, hasud, sombong, ujub, seudzon dan lain sebagainya menjadi penyebab manusia terjerembab dalam dosa yang sangat hina hingga dapat menyebabkan masalah yang besar bagi diri, sesama, dan bahkan pada Sang Pencipta.

3.       Menjaga dan menata hati

Untuk itu, mari kita bersama-sama terus menata dan menjaga hati. Menata hati agar selalu dapat memancarkan kebaikan dalam diri, menjaga hati agar tidak bermaksiat pada Allah. Memperbarui keimanan dalam diri melalui hati. Mengendalikan hawa nafsu yang sering kali melawan kehendak hati. Menggapai ketenangan hati, agar tidak diperbudak oleh kehidupan dunia dan selalu berharap ridho-Nya.

Sungguh ada resep untuk menjaga dan menata hati. Resep itu adalah dzikrullah, ingat pada Allah. Berdzikir banyak ragamnya. Istighfar pun termasuk. Kemudian sholawat pada Nabi Muhammad SAW juga dapat masuk sebagai resep untuk menata dan menjaga hati. Serta selalu berbuat baik pada sesama dapat menjadi resep dalam menjaga dan menata hati.

Jadi tetaplah bersemangat! Jangan berputus asa dari rahmat dan hidayah Allah. Semoga Allah selalu membimbing kita dalam ketaqwaan dan selalu menjaga hati kita. Hati-hati dengan hati ya!

#30DWC #30DWCJilid43 #Day17

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan yang Membutuhkan Pilihan; Menjaga Cinta atau Mengobati Hati

"Hidup adalah soal pilihan. Manusia dituntut untuk menentukan pilihan mana yang terbaik baginya. Seperti dua mata koin, kita akan mendapatkan jawaban ketika sebuah pilihan telah digulirkan. Setiap pilihan pasti memiliki dampak dan risiko. Semakin besar dampak yang ditawarkan, maka semakin besar pula risiko yang diterima. Maka, selalu libatkan Allah dalam setiap pilihan hidup, karena Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu dan Maha Mengetahui apapun yang terjadi." "Setelah menjalani lika-liku kehidupan, manis-pahitnya perjalanan, kini aku mulai mengerti bahwa diri ini harus lebih berhati-hati dalam menentukan sebuah pilihan jalan. Bukan hanya sekedar keinginan atau hawa nafsu yang dituruti, namun juga kebutuhan dalam diri berupa keimanan dan kesehatan yang harus diprioritaskan atau diutamakan. Kini aku mulai mengerti bagaimana melakukannya karena Allah telah menunjukkan jalan terbaiknya padaku." Mari sejenak kita melakukan refleksi, mengingat dan membayangkan betapa ...

Transformasi Pembaruan Dakwah Kampus; Sebuah Renovasi Cerdas-Paripurna

Secara etimologis Transformasi adalah Perubahan Rupa (betuk, sifat, fungsi dsb). Transformasi secara umum menurut kamus (The New Grolier Webster Internasional dictionary of English Language), menjadi bentuk yang berbeda namun mempunyai nilai-nilai yang sama, perubahan dari satu bentuk atau ungkapan menjadi suatu bentuk yang mempunyai arti atau ungkapan yang sama mulai dari struktur permukaan dan fungsi. Bisa kita saksikan dalam sejarah bahwa Islam adalah agama, nilai dan ajaran yang transformatif. Merubah tatanan hidup manusia dari keburukan yang berbagai macam rupa menjadi kebaikan-kebaikan yang penuh kemuliaan. Sedangkan permbaruan merupakan proses yang senantiasa dijalankan oleh alam semesta atau sebuah proses penyesuaian diri dengan realitas zaman. Kemudian dijelaskan tentang pelaku pembaharuan. Diceritakan kisah-kisah kepahlawanan dari para sahabat. Kesimpulannya terdapat dalam surah Ar-Ra’du: 11 bahwa sebuah pembaruan tidak akan pernah tercapai manakala kita belum berhasil me...

MEMAHAMI TAKDIR ALLAH

1️⃣ Menerima dengan Ridha dan Menjalani dengan Ikhlas Ridha adalah lapangnya hati dalam menerima ketetapan Allah, baik yang terasa menyenangkan maupun yang menyakitkan. Ridha bukan berarti tidak merasa sedih, tetapi tidak memprotes keputusan Allah. Ridha berarti hati tidak memberontak atas apa yang Allah tetapkan. Sedangkan ikhlas adalah menjalani takdir tersebut semata-mata karena Allah, tanpa keluh kesah yang berlebihan dan tanpa menyalahkan keadaan. Ikhlas berarti tetap melangkah tanpa mengeluh, meski jalan terasa berat. Karena ketenangan lahir dari hati yang menerima keputusan-Nya. Allah ﷻ berfirman: مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Taghābun: 11) Hati yang ridha dan ikhlas akan Allah bimbing untuk tetap tenang, meski ujian datang silih berga...