Langsung ke konten utama

Pertemuan yang Melekat di Hati Meski Singkat

Apakah kamu mempercayai bahwa first impression atau kesan pertama akan memberikan pengaruh yang besar terhadap perasaan yang tumbuh dari tiap orang yang saling bertemu dan berinteraksi? Jika iya, maka biasanya orang yang mempercayai hal itu akan berusaha untuk menjadikan pertemuan pertama menjadi berkesan atau bahkan terbilang istimewa. Sikap ini, menandakan bahwa orang itu bersyukur atas takdir yang dijalaninya, ia tidak ingin melewatkan dengan sia-sia setiap episode kehidupannya yang lebih berwarna dan dipertemukan dengan orang-orang baru. Namun memang, ada juga orang-orang yang menganggap bahwa pertemuan pertama adalah hal yang biasa, normal pada umumnya. Mereka tak mempersiapkan secara khusus pertemuan yang sebenarnya telah ditakdirkan. Biasanya, perbedaan yang mendasar diantara keduanya adalah tentang acara yang akan dihadiri dan dengan siapa ia akan temui. Pertemuan yang berkesan dan bermakna cenderung akan mudah diingat dan memiliki tempat tersendiri dalam ruang ingatan dan rel...

3 Hal Tentang Hati yang Harus Kamu Ketahui!

 


“Hati adalah laksana bejana, jika ia telah dipenuhi oleh kebenaran, maka ia akan menampakkan banyak cahaya pada anggota tubuh lainnya, dan jika hati itu dipenuhi oleh kebatilan, maka ia akan menampakkan banyak kegelapan pada anggota tubuh lainnya.”
Begitulah sebuah perkataan dari seorang ulama terdahulu yang bernama Ahmad bin Khadhrawaih rahimahullah. Dan kali ini, ada beberapa hal yang berkaitan dengan hati untuk kita bersama-sama berhati-hati agar tidak mudah mempermainkan hati.

1.       Hati adalah fitrah yang suci

Sungguh perkataan diatas tepat untuk menggambarkan apa itu hati, karena hati Allah berikan pada tiap manusia sebagai fitrah yang suci. Maka tak salah ada yang mengatakan bahwa hati tidak pernah berbohong. Tapi akal lah yang telah dikotori oleh hawa nafsu yang akhirnya mengolah apa isi hati, untuk dapat di sampaikan kepada mulut atau anggota badan.

Setiap orang yang jahat, perampok, koruptor, pembunuh, pezina, pemabuk dan orang jahat lainnya pasti dalam hatinya masih merasakan kebenaran. Hati mereka masih berbisik bahwa apa yang dilakukannya adalah salah. Kecuali orang-orang yang telah Allah tutup hatinya dari kebenaran yang tidak dapat merasakannya.

Karena hati adalah fitrah yang suci, maka kita harus menjaganya agar tetap suci. Kita harus selalu memperbarui diri kita dari dosa dengan beristighfar dan bertaubat. Karena memang meski hati adalah suci. Tapi hakikatnya manusia adalah makhluk yang tak luput dari dosa dan salah. Kecuali orang-orang yang telah Allah tetapkan bersih dari dosa.

2.       Hati adalah kunci keikhlasan

Berbicara tentang hati, kita harus berhati-hati. Jangan sampai kita sakit hati apalagi hati kita sakit. Karena itu hati haruslah dijaga dengan hati-hati agar senantiasa takut pada Allah SWT. Supaya hati sehat dan dapat mengendalikan akal serta hawa nafsu yang kerap kali setan masuk untuk merusak dan mengotori hati yang suci.

Hati merupakan tempat niat bernaung. Ia menjadi kunci keikhlasan dalam beramal. Tanda Allah akan menerima amal seseorang adalah jika ia mengerjakan ibadah dengan hati yang ikhlas. Dan berhati-hatilah. Banyak penyakit hati yang harus diwaspadai. Kikir, riya, hasud, sombong, ujub, seudzon dan lain sebagainya menjadi penyebab manusia terjerembab dalam dosa yang sangat hina hingga dapat menyebabkan masalah yang besar bagi diri, sesama, dan bahkan pada Sang Pencipta.

3.       Menjaga dan menata hati

Untuk itu, mari kita bersama-sama terus menata dan menjaga hati. Menata hati agar selalu dapat memancarkan kebaikan dalam diri, menjaga hati agar tidak bermaksiat pada Allah. Memperbarui keimanan dalam diri melalui hati. Mengendalikan hawa nafsu yang sering kali melawan kehendak hati. Menggapai ketenangan hati, agar tidak diperbudak oleh kehidupan dunia dan selalu berharap ridho-Nya.

Sungguh ada resep untuk menjaga dan menata hati. Resep itu adalah dzikrullah, ingat pada Allah. Berdzikir banyak ragamnya. Istighfar pun termasuk. Kemudian sholawat pada Nabi Muhammad SAW juga dapat masuk sebagai resep untuk menata dan menjaga hati. Serta selalu berbuat baik pada sesama dapat menjadi resep dalam menjaga dan menata hati.

Jadi tetaplah bersemangat! Jangan berputus asa dari rahmat dan hidayah Allah. Semoga Allah selalu membimbing kita dalam ketaqwaan dan selalu menjaga hati kita. Hati-hati dengan hati ya!

#30DWC #30DWCJilid43 #Day17

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMAHAMI TAKDIR ALLAH

1️⃣ Menerima dengan Ridha dan Menjalani dengan Ikhlas Ridha adalah lapangnya hati dalam menerima ketetapan Allah, baik yang terasa menyenangkan maupun yang menyakitkan. Ridha bukan berarti tidak merasa sedih, tetapi tidak memprotes keputusan Allah. Ridha berarti hati tidak memberontak atas apa yang Allah tetapkan. Sedangkan ikhlas adalah menjalani takdir tersebut semata-mata karena Allah, tanpa keluh kesah yang berlebihan dan tanpa menyalahkan keadaan. Ikhlas berarti tetap melangkah tanpa mengeluh, meski jalan terasa berat. Karena ketenangan lahir dari hati yang menerima keputusan-Nya. Allah ﷻ berfirman: مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Taghābun: 11) Hati yang ridha dan ikhlas akan Allah bimbing untuk tetap tenang, meski ujian datang silih berga...

PROGRAM RAMADAN MULIA ISTIQAMAH BERSAMA

Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh kemuliaan dan keberkahan, bulan yang sangat istimewa dan sangat agung, dimana karunia serta ampunan Allah dilimpahkan tanpa batas. Pada bulan ini, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Amal kebaikan terasa sangat mudah dilakukan, program yang menawarkan kebermanfaatan terbentang luas agar saling meninggikan derajat bersama-sama. Selain itu, doa-doa diijabah dengan mudah, sehingga banyak umat Islam saling berlomba untuk kembali kepada Allah. Ramadan adalah madrasah iman yang Allah hadirkan setiap tahun untuk membentuk pribadi umat Islam menjadi bertaqwa. Allah SWT berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa." (QS. Al-Baqarah: 183) Namun realitanya, semangat Ramadan ...

Transformasi Pembaruan Dakwah Kampus; Sebuah Renovasi Cerdas-Paripurna

Secara etimologis Transformasi adalah Perubahan Rupa (betuk, sifat, fungsi dsb). Transformasi secara umum menurut kamus (The New Grolier Webster Internasional dictionary of English Language), menjadi bentuk yang berbeda namun mempunyai nilai-nilai yang sama, perubahan dari satu bentuk atau ungkapan menjadi suatu bentuk yang mempunyai arti atau ungkapan yang sama mulai dari struktur permukaan dan fungsi. Bisa kita saksikan dalam sejarah bahwa Islam adalah agama, nilai dan ajaran yang transformatif. Merubah tatanan hidup manusia dari keburukan yang berbagai macam rupa menjadi kebaikan-kebaikan yang penuh kemuliaan. Sedangkan permbaruan merupakan proses yang senantiasa dijalankan oleh alam semesta atau sebuah proses penyesuaian diri dengan realitas zaman. Kemudian dijelaskan tentang pelaku pembaharuan. Diceritakan kisah-kisah kepahlawanan dari para sahabat. Kesimpulannya terdapat dalam surah Ar-Ra’du: 11 bahwa sebuah pembaruan tidak akan pernah tercapai manakala kita belum berhasil me...