Langsung ke konten utama

Pertemuan yang Melekat di Hati Meski Singkat

Apakah kamu mempercayai bahwa first impression atau kesan pertama akan memberikan pengaruh yang besar terhadap perasaan yang tumbuh dari tiap orang yang saling bertemu dan berinteraksi? Jika iya, maka biasanya orang yang mempercayai hal itu akan berusaha untuk menjadikan pertemuan pertama menjadi berkesan atau bahkan terbilang istimewa. Sikap ini, menandakan bahwa orang itu bersyukur atas takdir yang dijalaninya, ia tidak ingin melewatkan dengan sia-sia setiap episode kehidupannya yang lebih berwarna dan dipertemukan dengan orang-orang baru. Namun memang, ada juga orang-orang yang menganggap bahwa pertemuan pertama adalah hal yang biasa, normal pada umumnya. Mereka tak mempersiapkan secara khusus pertemuan yang sebenarnya telah ditakdirkan. Biasanya, perbedaan yang mendasar diantara keduanya adalah tentang acara yang akan dihadiri dan dengan siapa ia akan temui. Pertemuan yang berkesan dan bermakna cenderung akan mudah diingat dan memiliki tempat tersendiri dalam ruang ingatan dan rel...

MENGAPA AKU HARUS SAKIT HATI TERLEBIH DAHULU?

Rasa sakit memberi kita kesempatan untuk sembuh dari penyakit sebagaimana fungsi obat. Rasa sakit juga akan memberi kekuatan bagi hati yang sedang lemah menerima kenyataan.

Rasa sakit adalah bentuk lain dari kebahagiaan sebagaimana ujian bagi orang beriman.

Allah memberi kita rasa sakit hati, pasti karena Allah tahu bahwa kita mampu melaluinya dan sakit itu adalah bentuk lain dari rasa cinta Allah kepada hamba-Nya.

Jika kita mencintai seseorang melebihi cinta kita kepada Allah, mungkin saja Allah memberi kita rasa sakit sebagai peringatan, bahwa Allah cemburu karena kita menyandarkan hati kepada selain-Nya.

Petiklah hikmah di balik rasa sakit dan temukan manfaat besar di dalamnya dengan sabar dan berprasangka baik.

Mengapa aku harus sakit hati terlebih dahulu? Simak selengkapnya ya:

  • Karena Allah ingin Melembutkan Hati Kita

Bisa jadi hati kita begitu keras menentang syariat Allah, begitu angkuh karena berlaku dzalim terhadap orang lain, maka dengan sakit hati, kita sedang dipaksa untuk melembutkan hati.

Dengan hati yang lembut, kita akan lebih peka terhadap diri dan lingkungan, lebih bijaksana menyikapi persoalan, dan lebih disiplin dalam menjaga hati.

Hal-hal yang membuat hati keras, harus dijauhi, karena itu adalah penyakit yang akan mengotori dan merusak hati.

Dalam kitab Nashaihul 'Ibad karya Ibnu Hajar Al Asqolani disebutkan bahwa Hasan Al-Bashri pernah berkata, “Rusaknya hati itu disebabkan oleh enam hal; sengaja berbuat dosa dengan harapan kelak tobatnya diterima, mempunyai ilmu, tapi tidak mengamalkannya, beramal tapi tidak ikhlas, memakan rezeki dari Allah SWT, tapi tidak bersyukur, tidak ridha dengan pemberian Allah SWT, dan menguburkan jenazah, tapi tidak mengambil pelajaran darinya.”

  • Karena Allah ingin Mengajarkan Kita Bahwa Jalan yang Disyariatkan-Nya adalah Jalan Terbaik
Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, yang tampak maupun yang tersembunyi. Masa depan atau masa lalu, dunia dan akhirat, karena Allah lah yang membuat skenarionya.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216).

“Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisa: 19).

Dengan sakit hati, kita memetik hikmah dari setiap kejadian yang terjadi, mengetahui pesan tersirat yang Allah kirimkan pada kita, dan kita bisa memperbaiki jalan yang sedang dilalui menuju jalan yang penuh kebaikan.

Sebenarnya tidak semua rasa sakit perlu kita coba agar kita lebih berhati-hati. Sama seperti keburukan yang tidak perlu kita coba semuanya agar kita menjadi orang yang baik. Cukup dengan melakukan pencegahan. Petunjuknya sudah ada di dalam Islam, maka belajarlah Islam dengan baik dan benar.

Ibaratnya Allah itu sudah memberi kita peta yang sesuai dengan kebutuhan kita, jangan malah kita mengabaikan peta tersebut dan mencari jalan sendiri.

Dan dengan rasa sakit itu, Allah ingin memberi tahu kita, bahwa pilihan-Nya adalah yang terbaik.

  • Memberikan arti bahwa hanya Allah-lah Satu-Satunya Dzat yang Maha Baik dengan Kita
Kasih sayang Allah, cinta-Nya, kebaikan-Nya, selalu tercurah limpahkan kepada kita selaku hamba-Nya, tetapi sayangnya, kita kadang tidak membalas cinta-Nya Allah, kadang kita abai terhadap kehadiran-Nya. Naudzubillah.

Bagaimana mungkin kita bisa merasakan kebaikan sedangkan kita tidak mendekati Dzat yang memiliki kebaikan tersebut? Jika kita haus, gimana kita bisa melepas dahaga kalau tidak meminum air? Sebelum meminum air, kita pasti mendekati sumber air tersebut kan?

Rasa suka, cinta, sakit hati, akan senantiasa berulang kita rasakan dalam kehidupan ini, baik yang sudah menikah maupun yang belum. Tetapi yang membedakannya adalah perihal keberkahan, ganjaran pahala, dan ridha-Nya.

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Qashash: 77).

“Karena Allah ingin membuat diri kita menjadi lebih baik lagi kedepannya makanya ia memberi kita sakit hati. Petiklah hikmah di balik rasa sakit itu dan ambillah manfaat yang besar dari sakit hati itu dengan kesabaran dan prasangka yang baik."


#30DWC #30DWCJilid43 #Day28

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMAHAMI TAKDIR ALLAH

1️⃣ Menerima dengan Ridha dan Menjalani dengan Ikhlas Ridha adalah lapangnya hati dalam menerima ketetapan Allah, baik yang terasa menyenangkan maupun yang menyakitkan. Ridha bukan berarti tidak merasa sedih, tetapi tidak memprotes keputusan Allah. Ridha berarti hati tidak memberontak atas apa yang Allah tetapkan. Sedangkan ikhlas adalah menjalani takdir tersebut semata-mata karena Allah, tanpa keluh kesah yang berlebihan dan tanpa menyalahkan keadaan. Ikhlas berarti tetap melangkah tanpa mengeluh, meski jalan terasa berat. Karena ketenangan lahir dari hati yang menerima keputusan-Nya. Allah ﷻ berfirman: مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Taghābun: 11) Hati yang ridha dan ikhlas akan Allah bimbing untuk tetap tenang, meski ujian datang silih berga...

PROGRAM RAMADAN MULIA ISTIQAMAH BERSAMA

Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh kemuliaan dan keberkahan, bulan yang sangat istimewa dan sangat agung, dimana karunia serta ampunan Allah dilimpahkan tanpa batas. Pada bulan ini, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Amal kebaikan terasa sangat mudah dilakukan, program yang menawarkan kebermanfaatan terbentang luas agar saling meninggikan derajat bersama-sama. Selain itu, doa-doa diijabah dengan mudah, sehingga banyak umat Islam saling berlomba untuk kembali kepada Allah. Ramadan adalah madrasah iman yang Allah hadirkan setiap tahun untuk membentuk pribadi umat Islam menjadi bertaqwa. Allah SWT berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa." (QS. Al-Baqarah: 183) Namun realitanya, semangat Ramadan ...

Transformasi Pembaruan Dakwah Kampus; Sebuah Renovasi Cerdas-Paripurna

Secara etimologis Transformasi adalah Perubahan Rupa (betuk, sifat, fungsi dsb). Transformasi secara umum menurut kamus (The New Grolier Webster Internasional dictionary of English Language), menjadi bentuk yang berbeda namun mempunyai nilai-nilai yang sama, perubahan dari satu bentuk atau ungkapan menjadi suatu bentuk yang mempunyai arti atau ungkapan yang sama mulai dari struktur permukaan dan fungsi. Bisa kita saksikan dalam sejarah bahwa Islam adalah agama, nilai dan ajaran yang transformatif. Merubah tatanan hidup manusia dari keburukan yang berbagai macam rupa menjadi kebaikan-kebaikan yang penuh kemuliaan. Sedangkan permbaruan merupakan proses yang senantiasa dijalankan oleh alam semesta atau sebuah proses penyesuaian diri dengan realitas zaman. Kemudian dijelaskan tentang pelaku pembaharuan. Diceritakan kisah-kisah kepahlawanan dari para sahabat. Kesimpulannya terdapat dalam surah Ar-Ra’du: 11 bahwa sebuah pembaruan tidak akan pernah tercapai manakala kita belum berhasil me...