Langsung ke konten utama

Pertemuan yang Melekat di Hati Meski Singkat

Apakah kamu mempercayai bahwa first impression atau kesan pertama akan memberikan pengaruh yang besar terhadap perasaan yang tumbuh dari tiap orang yang saling bertemu dan berinteraksi? Jika iya, maka biasanya orang yang mempercayai hal itu akan berusaha untuk menjadikan pertemuan pertama menjadi berkesan atau bahkan terbilang istimewa. Sikap ini, menandakan bahwa orang itu bersyukur atas takdir yang dijalaninya, ia tidak ingin melewatkan dengan sia-sia setiap episode kehidupannya yang lebih berwarna dan dipertemukan dengan orang-orang baru. Namun memang, ada juga orang-orang yang menganggap bahwa pertemuan pertama adalah hal yang biasa, normal pada umumnya. Mereka tak mempersiapkan secara khusus pertemuan yang sebenarnya telah ditakdirkan. Biasanya, perbedaan yang mendasar diantara keduanya adalah tentang acara yang akan dihadiri dan dengan siapa ia akan temui. Pertemuan yang berkesan dan bermakna cenderung akan mudah diingat dan memiliki tempat tersendiri dalam ruang ingatan dan rel...

Waktu yang Terjual

 


Pernahkan anda merasa bosan dengan pekerjaan yang anda kerjakan? Pernahkah anda datang telat ke tempat kerja? Pernahkah anda merasa hampa dengan aktivitas yang monoton? Mengapa anda tidak bahagia dengan pekerjaan anda? Sedikit cerita dibawah, semoga mengandung hikmah.

‘Kalo saya telat, maka gaji saya akan kepotong sekian meskipun hanya telat 1 menit.’ Ujar seorang pria. ‘Kalo di kantor saya, jika telat harus mengganti jam waktu 30 menit meskipun hanya telat 1 menit.’ Balas pria lain. Sedang asik mengobrol, tiba-tiba seorang anak muda datang menghampiri kedua pria dewasa tadi dan berkata, ‘Wah ternyata ketat juga ya peraturan di kantor kalian, Alhamdulillah di tempat kerja saya, tidak seperti itu.

Seketika kedua pria dewasa tadi menoleh menghadap sumber suara. Merasa diri mereka sedikit direndahkan karena ucapannya. Lantas anak muda tadi melanjutkan, ‘Alhamdulillah di tempat saya kerja tidak terlalu memaksakan seseorang harus datang jam segini teng! Telat dikit, denda! ‘Harus stand by di tempat kerja dari jam segini sampai jam segini, tidak!’ ujarnya. Kemudian percakapan mereka mencair untuk saling berdiskusi. Suasana makin seru, hingga tak terasa waktu maghrib telah berkumandang mengakhiri pertemuan mereka.

Kisah fiktif di atas kadang terjadi di kehidupan nyata. Sebagian orang, bekerja terpaku oleh ruang dan waktu. Sebagian lagi, bekerja lebih leluasa dengan konsekuensi dan benefit yang berbeda pula. Kadang kita merasa kesal kala telat datang, mencaci waktu yang cepat berlalu, kesal kala harus mengganti jam pulang karena dirasa ketidakadilan, kesal karena tak bisa lebih luang memanfaatkan waktu karena terhalang jam aktif kerja, hingga kesibukan menyita waktu anda untuk produktif. 

Sekarang mari bahas sedikit tentang hikmah yang dapat dipetik dari kisah diatas.

Dalam rumus produktivitas, ada 3 unsur yang harus ada dan seimbang. Ketiga unsur tersebut adalah Produktivitas = Energi x Waktu x Focus. Jika anda fokus dan memiliki waktu namun tidak punya energi, maka lelah dan lemah akan didapat. Jika anda punya waktu dan ada energi namun tidak bisa fokus, maka anda sulit untuk menyelesaikan pekerjaan anda dan akhirnya terbengkalai. Jika anda punya fokus dan punya energi namun tak memiliki waktu, maka anda tidak bisa mengerjakan pekerjaan anda.
Diantara rumus diatas, maka satu hal yang pasti. Bahwa tujuan dari hal yang anda lakukan sudah harus jelas kebermanfaatannya. Jika konteksnya adalah ‘bekerja’ maka pastikan pekerjaan anda, diniatkan untuk beribadah kepada Allah. InsyaAllah dengan itu, anda akan merasa lapang hati, syukur diri, dan ridho menerima apapun ujian yang diberikan-Nya.

Telat atau tidak telat, terpaku atau fleksibel, dipotong atau ditambah gajinya, tak terlalu diambil sulit dan disesalkan. Karena dengan penyeimbangan produktivitas, anda akan lebih mengutamakan antisipasi hal buruk yang akan terjadi. Datang tepat waktu, energi cukup untuk bekerja, fokus tinggi menyelesaikan tugas, menjadi beberapa hal yang barang tentu menjadi kebiasaan.

Untuk WAKTU YANG TERJUAL, pastikan dirasakan keuntungannya. Tak merasa sia-sia apalagi rugi. Tips sederhana nya, lakukan perniagaan dengan Allah. Anda akan untung. Karena anda sedang melakukan perniagaan dengan Allah Yang Maha Kaya.

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya dengan harta dan jiwamu, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di surga ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.” (QS. ash-Shaff: 10-12).

Maka, mari menjadi pribadi yang IKHLASRIDHO, dengan pekerjaan yang anda jalankan. Pastikan bahwa pekerjaan itu lebih mendekatkan diri anda kepada Allah. Apapun ujiannya, berusahalah terus untuk PRODUKTIF.

Kunci lainnya adalah BERSYUKUR dan QANA’AH (MERASA CUKUP). “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS. Al-Baqarah : 152)

“Lihatlah orang yang di bawah kalian dan janganlah melihat orang di atas kalian, karena yang demikian itu lebih layak bagi kalian agar kalian tidak memandang hina nikmat Allah yang dilimpahkan kepada kalian.” (Muttafaqun Alaih).
Jadi, lakukan yang terbaik ya! Libatkan Allah selalu dalam setiap aktivitas kita.

#30DWC #30DWCJilid43 #Day19

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMAHAMI TAKDIR ALLAH

1️⃣ Menerima dengan Ridha dan Menjalani dengan Ikhlas Ridha adalah lapangnya hati dalam menerima ketetapan Allah, baik yang terasa menyenangkan maupun yang menyakitkan. Ridha bukan berarti tidak merasa sedih, tetapi tidak memprotes keputusan Allah. Ridha berarti hati tidak memberontak atas apa yang Allah tetapkan. Sedangkan ikhlas adalah menjalani takdir tersebut semata-mata karena Allah, tanpa keluh kesah yang berlebihan dan tanpa menyalahkan keadaan. Ikhlas berarti tetap melangkah tanpa mengeluh, meski jalan terasa berat. Karena ketenangan lahir dari hati yang menerima keputusan-Nya. Allah ﷻ berfirman: مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Taghābun: 11) Hati yang ridha dan ikhlas akan Allah bimbing untuk tetap tenang, meski ujian datang silih berga...

PROGRAM RAMADAN MULIA ISTIQAMAH BERSAMA

Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh kemuliaan dan keberkahan, bulan yang sangat istimewa dan sangat agung, dimana karunia serta ampunan Allah dilimpahkan tanpa batas. Pada bulan ini, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Amal kebaikan terasa sangat mudah dilakukan, program yang menawarkan kebermanfaatan terbentang luas agar saling meninggikan derajat bersama-sama. Selain itu, doa-doa diijabah dengan mudah, sehingga banyak umat Islam saling berlomba untuk kembali kepada Allah. Ramadan adalah madrasah iman yang Allah hadirkan setiap tahun untuk membentuk pribadi umat Islam menjadi bertaqwa. Allah SWT berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa." (QS. Al-Baqarah: 183) Namun realitanya, semangat Ramadan ...

Transformasi Pembaruan Dakwah Kampus; Sebuah Renovasi Cerdas-Paripurna

Secara etimologis Transformasi adalah Perubahan Rupa (betuk, sifat, fungsi dsb). Transformasi secara umum menurut kamus (The New Grolier Webster Internasional dictionary of English Language), menjadi bentuk yang berbeda namun mempunyai nilai-nilai yang sama, perubahan dari satu bentuk atau ungkapan menjadi suatu bentuk yang mempunyai arti atau ungkapan yang sama mulai dari struktur permukaan dan fungsi. Bisa kita saksikan dalam sejarah bahwa Islam adalah agama, nilai dan ajaran yang transformatif. Merubah tatanan hidup manusia dari keburukan yang berbagai macam rupa menjadi kebaikan-kebaikan yang penuh kemuliaan. Sedangkan permbaruan merupakan proses yang senantiasa dijalankan oleh alam semesta atau sebuah proses penyesuaian diri dengan realitas zaman. Kemudian dijelaskan tentang pelaku pembaharuan. Diceritakan kisah-kisah kepahlawanan dari para sahabat. Kesimpulannya terdapat dalam surah Ar-Ra’du: 11 bahwa sebuah pembaruan tidak akan pernah tercapai manakala kita belum berhasil me...