1️⃣ Menerima dengan Ridha dan Menjalani dengan Ikhlas Ridha adalah lapangnya hati dalam menerima ketetapan Allah, baik yang terasa menyenangkan maupun yang menyakitkan. Ridha bukan berarti tidak merasa sedih, tetapi tidak memprotes keputusan Allah. Ridha berarti hati tidak memberontak atas apa yang Allah tetapkan. Sedangkan ikhlas adalah menjalani takdir tersebut semata-mata karena Allah, tanpa keluh kesah yang berlebihan dan tanpa menyalahkan keadaan. Ikhlas berarti tetap melangkah tanpa mengeluh, meski jalan terasa berat. Karena ketenangan lahir dari hati yang menerima keputusan-Nya. Allah ﷻ berfirman: مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Taghābun: 11) Hati yang ridha dan ikhlas akan Allah bimbing untuk tetap tenang, meski ujian datang silih berga...
I've Been There, Done That
Terkadang Allah membiarkan hamba-Nya terjerembab di dalam lembah kemaksiatan demi kebaikan hamba-Nya tersebut.
Agar ia berusaha menemukan hikmah di balik itu semua, sebagai bekal menghadapi masa depan agar tak terjerembab di lembah yang sama.
Agar hamba tersebut mengakui bahwa segala kebaikan dan ketaatan adalah semata-mata berkat rahmat dari-Nya, yang memudahkannya untuk melakukan itu, bukan dari usahanya semata yang menyebabkan ia sombong dan bangga di hadapan manusia. Maka bersyukurlah.
Agar hamba tersebut merasakan betapa pedihnya dibiarkan oleh Allah di dalam kemaksiatan. Betapa noktah hitam dosa telah membuat hatinya sempit dan kotor. Seperti papan tulis yang penuh dengan coretan spidol hitam.
Agar hamba tersebut rendah hati kepada seluruh manusia, umat Nabi Muhammad SAW yang sedang tersesat di jalan kemaksiatan.
Agar kelak ketika ia melihat para pelaku kemaksiatan, ia bukanlah menjadi hakim yang memvonis mereka, atau merasa lebih baik dari mereka.
Agar timbul rasa kasih sayang dan empatinya kepada para pelaku kemaksiatan dan berdoa semoga Allah berikan jalan kebenaran. Memberi nasihat yang tulus dari hati. Ia berusaha agar menjadi insan yang merasakan permasalahan mereka dan memahami ketika berada di posisi mereka serta mengajaknya kembali pada jalan ketaatan.
Agar ketika ia melihat mereka, muncul rasa penyesalan terhadap dosa-dosa masa lalunya seraya berkata, I’ve been there, Done that.
Mari saling berkasih sayang, berakhlakul karimah dalam pergaulan, menciptakan lingkungan Islami dan mengeluarkan energi positif dimanapun berada.
#30DWC #30DWCJilid43 #Day16

Komentar
Posting Komentar