Langsung ke konten utama

MEMAHAMI TAKDIR ALLAH

1️⃣ Menerima dengan Ridha dan Menjalani dengan Ikhlas Ridha adalah lapangnya hati dalam menerima ketetapan Allah, baik yang terasa menyenangkan maupun yang menyakitkan. Ridha bukan berarti tidak merasa sedih, tetapi tidak memprotes keputusan Allah. Ridha berarti hati tidak memberontak atas apa yang Allah tetapkan. Sedangkan ikhlas adalah menjalani takdir tersebut semata-mata karena Allah, tanpa keluh kesah yang berlebihan dan tanpa menyalahkan keadaan. Ikhlas berarti tetap melangkah tanpa mengeluh, meski jalan terasa berat. Karena ketenangan lahir dari hati yang menerima keputusan-Nya. Allah ﷻ berfirman: مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Taghābun: 11) Hati yang ridha dan ikhlas akan Allah bimbing untuk tetap tenang, meski ujian datang silih berga...

INISIATIF JADI INSPIRATIF

Dalam hidup, sering kali kita jumpai seseorang atau sekelompok yang berhasil menginspirasi orang lain atau kelompok lain. Inspirasi itu lahir dari sebuah inisiatif yang teraktualisasikan ke dalam bentuk amal. Beberapa diantaranya bahkan namanya mampu menggema sampai ke langit ke tujuh. Tak dipungkiri, mereka yang berinisiatif kemudian menjadi inspiratif ialah orang-orang hebat yang berani mengambil tindakan bukan hanya sekedar diam memikirkan. Pelajarilah kisah mereka dan buatlah karya yang hebat!

Ingatlah! ketika Pemuda Kahfi yang lari jauh ke gua menyelamatkan tauhid yang mereka bawa, itu namanya adalah Inisiatif, mereka tetap mempertahankan keimanan mereka dari penguasa dzalim. Kisah mereka lalu diabadikan dalam Al Qur'an, jadilah Inspiratif.

Pengorbanan Ummu Musa meletakkan anaknya ke sungai agar selamat dari ancaman pembunuhan Fir'aun, itu adalah sebuah Inisiatif, lalu kisahnya menjadi, Inspiratif.

Keberanian para kaum Muslimin untuk keluar Madinah menghadang kafilah dagang Quraisy menjelang perang Badr hingga berperang dengan jumlah pasukan dan persenjataan yang kurang, itu adalah Inisiatif, lalu keimanan mereka pada perang tersebut sangat terkenal hingga sekarang dan menjadi, Inspiratif.

Kekhawatiran Umar bin Khattab akan hilangnya Al-Quran lalu meminta Abu Bakr untuk menuliskannya karena banyaknya sahabat huffazh yg terbunuh ketika melawan orang-orang murtad, itu adalah Inisiatif, lalu aksinya menjadi Inspiratif.

Sabarnya Abu Bakr menahan sengatan serangga/gigitan ular agar ia tidak bergerak lalu bisa membiarkan Rasulullah SAW tidur dengan tenang ketika berlindung di gua, itu adalah inisiatif, lalu kisah mereka terkenal dan menjadi kisah Inspiratif.

Seorang yang menginspirasi, selalu memulai aksinya dengan berinisiatif. Ia bahkan tidak pernah tahu apakah yang ia lakukan akan menginspirasi banyak orang atau tidak. Yang jelas, hal kecil yang ia yakini itu adalah suatu kebaikan, akan menjadi amal jika dilakukan.

Berinisiatiflah, hari ini, esok, lusa, atau kapanpun, siapa tahu engkau akan menginspirasi. Jangan ragu, lakukan dengan tulus ikhlas. Karena sesuatu yang tulus dari hati akan Allah mudahkan untuk masuk ke dalam hati orang lain.

Nah cukup sarat akan makna bukan tulisannya? Ya, meski tidak terlalu panjang, cukup membuat kita termenung akan sejarah Islam di masa lalu yang begitu cemerlang. Banyak hal-hal yang menjadi luarbiasa berawal dari sebuah inisiatif.

Bahkan penemuan-penemuan yang terjadi di dunia ini, merupakan dampak dari sebuah inisiatif yang dieksekusi oleh para ilmuwan. Maka, saya ingin mengajak kepada diri saya dan semua. Kita harus mampu berinisiatif pada keadaan tertentu, agar Allah akan bukakan jalan bagi kita untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi. Terpenting adalah ketika kita ingin memulai inisiatif, sertakan selalu Allah dalam setiap langkahnya.

Beranilah memulai sesuatu meski sebelumnya belum pernah dilakukan. Jangan takut salah atau gagal, karena bukan itu tugas manusia. Manusia diberikan tugas oleh Allah adalah dengan ikhtiar dan tawakkal, yang berarti itu adalah proses. Ya, manusia itu berproses dan yang Maha Menentukan proses itu gagal atau berhasil adalah Allah.

Terakhir, saya mau mengucapkan terimakasih kepada orang-orang yang telah menginspirasi saya. Termasuk tulisan yang saya buat, baik itu yang sekarang, sebelumnya atau bahkan nanti sesudah tulisan ini terbit. Semua hal ini saya yakini adalah karena Allah ingin kita berbuat baik, Allah kirim orang-orang baik untuk menginspirasi kita, Allah kirimkan hidayah untuk kita berbuat baik, jangan sia-siain hidayah itu, ambil! menginspirasilah!. Semoga amal jariyah mengalir kepada orang-orang yang telah menginspirasi untuk melalukan kebaikan.

Sekian,
Selamat Menginspirasi 😊

#30DWC #30DWCJilid43 #Day5

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Transformasi Pembaruan Dakwah Kampus; Sebuah Renovasi Cerdas-Paripurna

Secara etimologis Transformasi adalah Perubahan Rupa (betuk, sifat, fungsi dsb). Transformasi secara umum menurut kamus (The New Grolier Webster Internasional dictionary of English Language), menjadi bentuk yang berbeda namun mempunyai nilai-nilai yang sama, perubahan dari satu bentuk atau ungkapan menjadi suatu bentuk yang mempunyai arti atau ungkapan yang sama mulai dari struktur permukaan dan fungsi. Bisa kita saksikan dalam sejarah bahwa Islam adalah agama, nilai dan ajaran yang transformatif. Merubah tatanan hidup manusia dari keburukan yang berbagai macam rupa menjadi kebaikan-kebaikan yang penuh kemuliaan. Sedangkan permbaruan merupakan proses yang senantiasa dijalankan oleh alam semesta atau sebuah proses penyesuaian diri dengan realitas zaman. Kemudian dijelaskan tentang pelaku pembaharuan. Diceritakan kisah-kisah kepahlawanan dari para sahabat. Kesimpulannya terdapat dalam surah Ar-Ra’du: 11 bahwa sebuah pembaruan tidak akan pernah tercapai manakala kita belum berhasil me...

Perjalanan yang Membutuhkan Pilihan; Menjaga Cinta atau Mengobati Hati

"Hidup adalah soal pilihan. Manusia dituntut untuk menentukan pilihan mana yang terbaik baginya. Seperti dua mata koin, kita akan mendapatkan jawaban ketika sebuah pilihan telah digulirkan. Setiap pilihan pasti memiliki dampak dan risiko. Semakin besar dampak yang ditawarkan, maka semakin besar pula risiko yang diterima. Maka, selalu libatkan Allah dalam setiap pilihan hidup, karena Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu dan Maha Mengetahui apapun yang terjadi." "Setelah menjalani lika-liku kehidupan, manis-pahitnya perjalanan, kini aku mulai mengerti bahwa diri ini harus lebih berhati-hati dalam menentukan sebuah pilihan jalan. Bukan hanya sekedar keinginan atau hawa nafsu yang dituruti, namun juga kebutuhan dalam diri berupa keimanan dan kesehatan yang harus diprioritaskan atau diutamakan. Kini aku mulai mengerti bagaimana melakukannya karena Allah telah menunjukkan jalan terbaiknya padaku." Mari sejenak kita melakukan refleksi, mengingat dan membayangkan betapa ...

MEMAHAMI TAKDIR ALLAH

1️⃣ Menerima dengan Ridha dan Menjalani dengan Ikhlas Ridha adalah lapangnya hati dalam menerima ketetapan Allah, baik yang terasa menyenangkan maupun yang menyakitkan. Ridha bukan berarti tidak merasa sedih, tetapi tidak memprotes keputusan Allah. Ridha berarti hati tidak memberontak atas apa yang Allah tetapkan. Sedangkan ikhlas adalah menjalani takdir tersebut semata-mata karena Allah, tanpa keluh kesah yang berlebihan dan tanpa menyalahkan keadaan. Ikhlas berarti tetap melangkah tanpa mengeluh, meski jalan terasa berat. Karena ketenangan lahir dari hati yang menerima keputusan-Nya. Allah ﷻ berfirman: مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Taghābun: 11) Hati yang ridha dan ikhlas akan Allah bimbing untuk tetap tenang, meski ujian datang silih berga...