Langsung ke konten utama

Pertemuan yang Melekat di Hati Meski Singkat

Apakah kamu mempercayai bahwa first impression atau kesan pertama akan memberikan pengaruh yang besar terhadap perasaan yang tumbuh dari tiap orang yang saling bertemu dan berinteraksi? Jika iya, maka biasanya orang yang mempercayai hal itu akan berusaha untuk menjadikan pertemuan pertama menjadi berkesan atau bahkan terbilang istimewa. Sikap ini, menandakan bahwa orang itu bersyukur atas takdir yang dijalaninya, ia tidak ingin melewatkan dengan sia-sia setiap episode kehidupannya yang lebih berwarna dan dipertemukan dengan orang-orang baru. Namun memang, ada juga orang-orang yang menganggap bahwa pertemuan pertama adalah hal yang biasa, normal pada umumnya. Mereka tak mempersiapkan secara khusus pertemuan yang sebenarnya telah ditakdirkan. Biasanya, perbedaan yang mendasar diantara keduanya adalah tentang acara yang akan dihadiri dan dengan siapa ia akan temui. Pertemuan yang berkesan dan bermakna cenderung akan mudah diingat dan memiliki tempat tersendiri dalam ruang ingatan dan rel...

3 Manfaat Berteman Dengan Orang Shalih!

Saya adalah orang yang biasa berbuat maksiat pada Allah. Setiap hari, tidak luput dosa dan kesalahan menyertai hidup saya. Seperti, rasanya itu, hidup saya hina! tak bernilai harganya! saya suka mencuri, tapi abis itu bertaubat. Kemudian suatu saat nanti, saya melakukan hal yang sama lagi. Tak lama setelah itu saya melakukan dosa lain, berzina, lalu kemudian bertaubat lagi. Terus berulang hingga muncul pertanyaan, 'kenapa saya tak mampu berhenti melakukan dosa?'

Pada satu titik, saya bertanya pada diri sendiri, 'apakah saya tidak bisa menjadi orang yang baik?' kalo pun bisa, bagaimana caranya?

Ternyata setiap pertanyaan di atas, memiliki jawabannya. Di sini, salah satu jawabannya adalah berteman dengan orang yang shalih.

Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi tentang manfaat berteman dengan orang shalih. Manfaat ini saya ambil berdasarkan pengalaman saya berkumpul dengan mereka. Dari sekian banyak manfaat, izinkan saya hanya berbagi 3 manfaat saja yang mana semoga dengan izin Allah kita senantiasa dibersamai oleh orang-orang shalih hingga sampai ke dalam surga-Nya. Aaamiin.

Apa saja manfaat berteman dengan orang shalih?

1. Mendapatkan Doa-Doa yang Baik

Doa merupakan senjatanya umat Islam. Begitu saya suka mendengar perkataan tersebut. Saya pernah mendapatkan sebuah hadits bahwa doa orang shalih yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya, doa nya mustajab.

“Sesungguhnya do’a seorang muslim kepada saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah doa’a yang mustajab (terkabulkan). Di sisi orang yang akan mendo’akan saudaranya ini ada malaikat yang bertugas mengaminkan do’anya. Tatkala dia mendo’akan saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut akan berkata: Aamiin. Engkau akan mendapatkan semisal dengan saudaramu tadi.”

Shafwan pun mengatakan, “Aku pun bertemu Abu Darda’ di pasar, lalu Abu Darda’ mengatakan sebagaimana istrinya tadi. Abu Darda’ mengatakan bahwa dia menukilnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Muslim, no. 2733).

Jadi, beruntung banget temenan sama orang shalih. Kita akan senantiasa di doakannya. InsyaAllah doanya mustajab. Makanya, saya yang notabane-nya gemar bermaksiat, seneng banget bisa temenan sama orang-orang shalih dan bersikap baik sama mereka. Karena disaat bersamaan, saya berkesempatan untuk berharap pada Allah agar membimbing lisan dan hati mereka untuk mendoakan saya.

Dan saya berpikir bahwa setiap kali saya berbuat dosa, lantas segera bertaubat. Itu adalah hasil dari doa-doa mereka untuk saya. Berkat doanya, Allah izinkan saya untuk bertaubat.

Selain itu, keberkahan rezeki, keharmonisan keluarga, ketenangan jiwa, dan kebaikan-kebaikan lainnya yang tercurah untuk diri saya, itu adalah hasil dari doa-doa orang shalih.

2. Menyemangati Kita untuk Berbuat Baik

Jika perihal ini, saya merasakannya tatkala sedang futur. Ketika saya membayangi orang-orang shalih, saat itu pula saya seperti bersemangat kembali untuk beribadah. Ngebayangin mereka aja udah bikin semangat buat bangkit, apalagi kalau raga saya berada di dekat mereka? saya yakin bahwa saya malu melakukan hal-hal yang tidak baik.

Seperti dalam firman Allah QS. Al-Asr 1-3. Tidak akan rugi, orang yang senantiasa saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Kesabaran dalam taat pada Allah dan kesabaran dalam menjauhi larangan Allah.

Makanya di status-status saya, sering kali saya posting tentang kebaikan-kebaikan, itu karena sebab orang-orang shalih yang memberikan movitasi serta inspirasi. Alhamdulillah saya bersyukur pada Allah diberikan keluarga yang shalih, guru yang shalih, teman yang shalih, dan lingkungan yang shalih.

Intinya, mereka akan senantiasa menyemangati kita untuk berbuat baik. Sungguh luar biasa energi positif yang dikeluarkan oleh orang-orang yang shalih.

3. Berharap Bersama Dengannya di Hari Kiamat

Nah, yang ini jadi harapan banget sih. Semoga Allah mengumpulkan saya bersama orang-orang yang shalih. Saya mencintai mereka makanya saya berdoa semoga saya bersama dengan mereka di Yaumul Akhir nanti. Ada sebuah hadits,

"Ada yang berkata pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Ada seseorang yang mencintai suatu kaum, namun ia tak pernah berjumpa dengan mereka.’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, ‘Setiap orang akan dikumpulkan bersama orang yang ia cintai." (HR. Bukhari, no. 6170; Muslim, no. 2640).

It’s amazing banget kan? Ya Allah, saya penuh harap semoga termasuk ke dalam barisan umat Rasulullah Salallahu alaihi wasallam beserta orang-orang shalih yang Engkau cintai.

Satu hal yang saya harapkan ketika bersama dengan orang-orang yang shalih adalah mengingat akhirat. Mengapa demikian? jika diingat-ingat, itu karena bahasan mereka, selalu mengingatkan tentang akhirat. Ya Allah, akhlak-akhlak mereka menyejukkan hati, jadi tak terbayang bagaimana akhlak Rasulullah Salallahu alaihi wasallam yang sangat mulia.

Hati-hati untuk mencintai sesuatu. K-Pop, drakor, sinetron, makanan, minuman, film, teman, lingkungan, tontonan, dan lain sebagainya wajib banget ditinggalin atau paling tidak, kita tidak suka dengannya. Emang mau dikumpulkan di neraka bersama orang-orang kafir?

Ohya, ada satu pesan. Ingat banget apa kata Buya Yahya saat kita melihat teman kita berbuat dosa atau maksiat, itu jangan hanya dihakimi salah! Tapi juga diajak, dirangkul untuk kembali berbuat baik, untuk kembali bertaubat. Pandanglah dengan penuh kasih sayang. Tentu kita tidak mau kan melihat mereka masuk ke dalam neraka? Berpikirlah bahwa kita pun belum pasti masuk surga.

Ust. Adi hidayat pun pernah suatu ketika dalam ceramahnya menangis karena berharap mendapat syafa’at dari orang-orang shalih. Jika engkau tidak menemukan saya di surga, tolong beri saya syafa’at, cari saya di neraka, ajak saya untuk bersamamu di surganya Allah.

Jadi menurut saya, kalau kita memandang umat Rasulullah Salallahu alaihi wasallam dengan pandangan yang rendah, maka kita sedang memandang rendah beliau. Naudzubillah.

Yuk mulai sekarang senantiasa mencintai apa-apa yang dicintai Allah dan Rasul-Nya J

Cukup tiga manfaat saja, karena saking banyaknya jadi tidak terhitung. Intinya adalah banyak manfaat yang akan di dapat kalau kita berteman dengan orang-orang yang shalih atau paling tidak kita berada di lingkungan bersama dengan orang-orang yang shalih.

Selalu cintai kebaikan. Jangan berputus asa dari rahmat Allah. Ketika hati kita tergerak untuk berbuat baik, segera lakukan jangan ditunda. Itulah kesempatan hidayah dari Allah. Ambil itu. dan juga, jangan lelah untuk berbuat baik, berkumpul bersama orang-orang yang shalih serta pilih-pilihlah pertemanan dan lingkungan yang baik.

Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala senantiasa membimbing kita dalam kebaikan dan mengumpulkan kita bersama orang-orang yang shalih. Aamiin

#30DWC #30DWCJilid43 #Day13

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMAHAMI TAKDIR ALLAH

1️⃣ Menerima dengan Ridha dan Menjalani dengan Ikhlas Ridha adalah lapangnya hati dalam menerima ketetapan Allah, baik yang terasa menyenangkan maupun yang menyakitkan. Ridha bukan berarti tidak merasa sedih, tetapi tidak memprotes keputusan Allah. Ridha berarti hati tidak memberontak atas apa yang Allah tetapkan. Sedangkan ikhlas adalah menjalani takdir tersebut semata-mata karena Allah, tanpa keluh kesah yang berlebihan dan tanpa menyalahkan keadaan. Ikhlas berarti tetap melangkah tanpa mengeluh, meski jalan terasa berat. Karena ketenangan lahir dari hati yang menerima keputusan-Nya. Allah ﷻ berfirman: مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Taghābun: 11) Hati yang ridha dan ikhlas akan Allah bimbing untuk tetap tenang, meski ujian datang silih berga...

PROGRAM RAMADAN MULIA ISTIQAMAH BERSAMA

Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh kemuliaan dan keberkahan, bulan yang sangat istimewa dan sangat agung, dimana karunia serta ampunan Allah dilimpahkan tanpa batas. Pada bulan ini, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Amal kebaikan terasa sangat mudah dilakukan, program yang menawarkan kebermanfaatan terbentang luas agar saling meninggikan derajat bersama-sama. Selain itu, doa-doa diijabah dengan mudah, sehingga banyak umat Islam saling berlomba untuk kembali kepada Allah. Ramadan adalah madrasah iman yang Allah hadirkan setiap tahun untuk membentuk pribadi umat Islam menjadi bertaqwa. Allah SWT berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa." (QS. Al-Baqarah: 183) Namun realitanya, semangat Ramadan ...

Transformasi Pembaruan Dakwah Kampus; Sebuah Renovasi Cerdas-Paripurna

Secara etimologis Transformasi adalah Perubahan Rupa (betuk, sifat, fungsi dsb). Transformasi secara umum menurut kamus (The New Grolier Webster Internasional dictionary of English Language), menjadi bentuk yang berbeda namun mempunyai nilai-nilai yang sama, perubahan dari satu bentuk atau ungkapan menjadi suatu bentuk yang mempunyai arti atau ungkapan yang sama mulai dari struktur permukaan dan fungsi. Bisa kita saksikan dalam sejarah bahwa Islam adalah agama, nilai dan ajaran yang transformatif. Merubah tatanan hidup manusia dari keburukan yang berbagai macam rupa menjadi kebaikan-kebaikan yang penuh kemuliaan. Sedangkan permbaruan merupakan proses yang senantiasa dijalankan oleh alam semesta atau sebuah proses penyesuaian diri dengan realitas zaman. Kemudian dijelaskan tentang pelaku pembaharuan. Diceritakan kisah-kisah kepahlawanan dari para sahabat. Kesimpulannya terdapat dalam surah Ar-Ra’du: 11 bahwa sebuah pembaruan tidak akan pernah tercapai manakala kita belum berhasil me...