Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020

MEMAHAMI TAKDIR ALLAH

1️⃣ Menerima dengan Ridha dan Menjalani dengan Ikhlas Ridha adalah lapangnya hati dalam menerima ketetapan Allah, baik yang terasa menyenangkan maupun yang menyakitkan. Ridha bukan berarti tidak merasa sedih, tetapi tidak memprotes keputusan Allah. Ridha berarti hati tidak memberontak atas apa yang Allah tetapkan. Sedangkan ikhlas adalah menjalani takdir tersebut semata-mata karena Allah, tanpa keluh kesah yang berlebihan dan tanpa menyalahkan keadaan. Ikhlas berarti tetap melangkah tanpa mengeluh, meski jalan terasa berat. Karena ketenangan lahir dari hati yang menerima keputusan-Nya. Allah ﷻ berfirman: مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Taghābun: 11) Hati yang ridha dan ikhlas akan Allah bimbing untuk tetap tenang, meski ujian datang silih berga...

5 Cara Menguatkan Ukhuwah Islamiyah

Sesungguhnya Islam itu mempunyai kaidah-kaidah (sistem) pendidikan yang istimewa yang berdiri tegak di atas dasar-dasar kejiwaan yang kokoh pada setiap jiwa para pemeluknya. Sistem ini adalah sistem pendidikan yang kekal, dimana tidak akan sempurna upaya pembentukan kepribadian yang islamis kecuali dengan merealisasikan konsep tersebut dengan menanamkan akar-akar tersebut dalam jiwa setiap individu maupun masyarakat, dan dengan membangun masyarakat Islam atas dasar saling tolong menolong yang menguntungkan dimana diantaranya terdapat ikatan yang kokoh, etika yang tinggi, serta rasa kasih sayang. Dan diantara yang merupakan akar-akar terpenting menuju tegaknya Islam sehingga darinya pula terbentuk masyarakat Islam yang diharapkan adalah persaudaraan dan kecintaan karena Allah, dimana ukhuwah Islamiyah ditempatkan sebagai keterkaitan hakiki yang mengalahkan keterkaitan atas ikatan lainnya. وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ ۚ وَٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّه...

Ternyata Ini Loh Hikmahnya.. Sudah Yakin Untuk Menikah?

Ini merupakan seri lanjutan dari tulisan saya yang sebelumnya. Memang tidak ada bagian 1 atau 2. Karena memang terpisah judulnya. Tapi sebenarnya menjadi satu kesatuan yang utuh. Tulisan sebelumnya adalah sebagai pengantar dan menjadi pertanyaan 'Ngapain menulis tentang ini?' Nah untuk kali ini, insyaAllah menjadi isi dan jawaban dari pertanyaan sebelumnya. Saya merangkum setidaknya adalah 10 point hikmah yang dapat saya ambil dari kisah mas Sabar, pak Ngalam dan keluarga besarnya. Sebelum itu, saya ingin menambahkan nama tokoh yang terlibat pada kisah ini. Tambahan pertama adalah istri mas Sabar yang saya samarkan namanya menjadi mba Tuh. Nah langsung saja, ini dia 10 hikmah yang dapat saya ambil dari 'masalah' yang dihadapi oleh mas Sabar, pak Ngalam, dan mba Tuh beserta orang-orang yang terlibat di dalamnya. 1. Waspada Penipuan, Jangan Terlalu Polos! Masalah yang dihadapi oleh mas Sabar itu, dimulai dari kasus penipuan. Jadi mas Sabar ditipu oleh seseorang y...

Ngapain Menulis Tentang Ini?

Pada suatu hari, saya mendapat pesan di grup Whatsapp tentang kabar seorang teman saya yang sedang berada pada suatu masalah. Penghuni grup pun sepakat untuk membantu meringankan bebannya. Beberapa hari kemudian, diutuslah saya dan satu teman saya sebagai perwakilan dari penghuni grup tersebut untuk mengetahui kondisi teman saya ini. Untuk mempermudah dan menjaga privasi dalam menceritakan kisah ini, saya coba memberi nama samaran pada tokoh yang terlibat. Pertama untuk saya adalah saya. Bukan orang lain, cukup saya. Kemudian untuk teman saya yang menemani saya berkunjung, saya beri nama kang Baik. Dan untuk teman saya yang sedang terkena musibah, saya beri nama mas Sabar. Hari ini, langit cukup cerah menyelimuti bumi Jakarta, waktu yang tepat untuk berangkat. Kang Baik mendatangi rumah saya untuk mengajak berangkat ke kediaman mas Sabar dengan menggunakan kendaraan bermotor milik saya. Ia rela menunggu saya yang sedang bersiap-siap. Setelah beberapa menit di rumah saya, kami be...