1️⃣ Menerima dengan Ridha dan Menjalani dengan Ikhlas Ridha adalah lapangnya hati dalam menerima ketetapan Allah, baik yang terasa menyenangkan maupun yang menyakitkan. Ridha bukan berarti tidak merasa sedih, tetapi tidak memprotes keputusan Allah. Ridha berarti hati tidak memberontak atas apa yang Allah tetapkan. Sedangkan ikhlas adalah menjalani takdir tersebut semata-mata karena Allah, tanpa keluh kesah yang berlebihan dan tanpa menyalahkan keadaan. Ikhlas berarti tetap melangkah tanpa mengeluh, meski jalan terasa berat. Karena ketenangan lahir dari hati yang menerima keputusan-Nya. Allah ﷻ berfirman: مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Taghābun: 11) Hati yang ridha dan ikhlas akan Allah bimbing untuk tetap tenang, meski ujian datang silih berga...
Mengapa di dunia yang dewasa saat ini, umat Islam masih belum bisa bersatu seutuhnya? Lalu bagaimanakah caranya agar umat Islam dapat menuju Jama'ah yang satu hati? Coba tanya pada diri kita sendiri, apa yang sudah kita (sebagai seorang muslim) lakukan untuk memperjuangkannya? Jika kita lihat sejarah, berkaitan dengan persatuan, Allah SWT telah memberikan contoh kepada hamba-Nya melalui kemenangan Islam saat penaklukkan kota Mekkah (Fathu Mekkah). Ketika Muhammad Al-Fatih bersama pasukannya berhasil menaklukkan kota konstantinopel serta Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang berhasil menjadikan masanya menjadi masa keemasan dari sejarah umat Islam. Ya, sejarah mencatat bahwa Islam pernah menguasai 1/3 dunia. Mereka yang telah merasakan keberhasilan adalah jama'ah yang satu hati. Mereka berpegang teguh untuk siap menjalankan segala konsekuensi dari kalimat syahadat. Ia siap berjanji untuk menjalankan Islam secara keseluruhan (Syumuliatul Islam). Ini adalah ‘janji setia...