Langsung ke konten utama

Pertemuan yang Melekat di Hati Meski Singkat

Apakah kamu mempercayai bahwa first impression atau kesan pertama akan memberikan pengaruh yang besar terhadap perasaan yang tumbuh dari tiap orang yang saling bertemu dan berinteraksi? Jika iya, maka biasanya orang yang mempercayai hal itu akan berusaha untuk menjadikan pertemuan pertama menjadi berkesan atau bahkan terbilang istimewa. Sikap ini, menandakan bahwa orang itu bersyukur atas takdir yang dijalaninya, ia tidak ingin melewatkan dengan sia-sia setiap episode kehidupannya yang lebih berwarna dan dipertemukan dengan orang-orang baru. Namun memang, ada juga orang-orang yang menganggap bahwa pertemuan pertama adalah hal yang biasa, normal pada umumnya. Mereka tak mempersiapkan secara khusus pertemuan yang sebenarnya telah ditakdirkan. Biasanya, perbedaan yang mendasar diantara keduanya adalah tentang acara yang akan dihadiri dan dengan siapa ia akan temui. Pertemuan yang berkesan dan bermakna cenderung akan mudah diingat dan memiliki tempat tersendiri dalam ruang ingatan dan rel...

Waktu adalah nafas yang tidak mungkin akan kembali

 


Sebuah pepatah Arab menjadi latar belakang dari lahirnya tulisan ini. Kita akan bahas sedikit, sebagai bahan renungan bagi kita tentang kenikmatan Allah yang tiada kira. Tentang masa bakti kita di dunia sebagai hamba. Sudah sepatutnya, kita tidak lupa bahwa diri ini, tak akan pernah bisa melakukan apa-apa tanpa kenikmatan dari-Nya. Selamat menikmati~

1. Kenikmatan dari Allah itu Sangat Luar Biasa

Kita mulai dari pembahasan kenikmatan dari Allah ya. Karena nikmat dari Allah sangat banyak, sampai-sampai kita tidak dapat menghitungnya satu persatu. Begitulah ungkapan setiap manusia kala berusaha mensyukuri nikmat yang ada. Tidak akan bisa. Bahkan jika kita berusaha menghitung-hitungnya, itu adalah bentuk pengingkaran kita akan nikmat Allah dan hal tersebut termasuk perbuatan yang dzolim. Karena hakikatnya, nikmat Allah adalah untuk kita syukuri bukan untuk kita hitung-hitung semata. Sebagaimana Allah berfirman :

"Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak mampu untuk menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu sangat dzolim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)." (QS. Ibrahim : 34)

2. Nikmat itu bernama Waktu

Salah satu diantara tak terhingganya kenikmatan dari Allah adalah pemberian waktu. Waktu adalah salah satu kenikmatan dari Allah yang begitu besar. Dapat dikatakan yang paling penting. Tanpa Allah berikan kita waktu, kita tidak akan mendapat kesempatan untuk hidup di dunia. Tanpa waktu, kita tidak akan dapat beriman kepada Allah. Maka dapat disimpulkan waktu adalah kehidupan. Ia adalah satu ruang yang Allah ciptakan untuk meliputi segala makhluk-Nya.

Waktu adalah sesuatu yang sangat berharga. Yang harus benar-benar kita jaga. Salah satu menjaganya adalah dengan banyak mengingat Allah dan mengingat kematian. Jangan menyianyiakan waktu, karena akan merugikan hingga negeri akhirat. Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata,

“Menyia-nyiakan waktu lebih berbahaya dari kematian, karena menyia-nyiakan waktu akan memutuskanmu dari Allah dan negeri akhirat, sedangkan kematian hanya memutuskan dirimu dari dunia dan penduduknya.”

Sering kali kita memang tidak sadar bahwa waktu terus berputar. Melakukan berbagai macam aktivitas yang kita rasa bermanfaat namun pada hakikatnya sia-sia. Hingga pada suatu waktu, kita akhirnya menyesal. Bahwa yang kita lakukan tidak menghadirkan kebahagiaan yang sebenarnya. Pada akhirnya kita menyesal, bahwa yang kita lakukan tidak mendekatkan diri kita pada Allah. Ibnu Mas’ud adhiallahu‘anhu berkata,


Tiada yang pernah kusesali selain keadaan ketika matahari tenggelam, ajalku berkurang, namun amalanku tidak bertambah.”

3. Peringatan tentang Waktu

Di dalam Al-Qur’an, Allah bersumpah tentang masa :

“Demi Masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh serta saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.” (QS. Al-Asr 1-3)

Di surah tersebut, dengan jelas Allah memberikan penjelasan bahwa orang-orang yang beriman, orang-orang yang beramal sholeh dan orang-orang yang saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran adalah manusia yang tidak mengalami kerugian dalam hidup. Ayat tersebut sekaligus menjadi peringatan bagi kita untuk senantiasa memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar tidak menjadi orang yang merugi.
Bahkan Rasulullah SAW juga memberikan kita peringatan kepada kita melalui sabdanya :

“Dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu pada keduanya. Yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhori)

Melalui peringatan tersebut, hendaknya setiap dari kita memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Karena setiap detik yang terlewat tidak akan kembali. Setiap hembusan nafas yang kita hirup, mengurangi waktu berada kita di dunia. Jangan sia-siakan waktumu! Memang sungguh berat, tapi rahmat Allah selalu tercurah pada makhluk-Nya. Mohonlah selalu petunjuk dan hidayah-Nya. Bertaubatlah selalu atas segala kehinaan dan kesalahan yang kita lakukan.

Lakukan ikhtiar-ikhtiar terbaik dalam setiap aktivitas kita di dunia sebagai bagian dari penghambaan diri kita kepada Allah. Lakukan ikhtiar-ikhtiar terbaik dalam menjalankan peran kita sebagai khalifah di muka bumi. Mari, jadikan setiap aktivitas kita bernilai ibadah disisi Allah. Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa bersyukur dan bertaqwa pada Allah.


Ingatlah, waktu adalah nafas yang tidak mungkin akan kembali

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMAHAMI TAKDIR ALLAH

1️⃣ Menerima dengan Ridha dan Menjalani dengan Ikhlas Ridha adalah lapangnya hati dalam menerima ketetapan Allah, baik yang terasa menyenangkan maupun yang menyakitkan. Ridha bukan berarti tidak merasa sedih, tetapi tidak memprotes keputusan Allah. Ridha berarti hati tidak memberontak atas apa yang Allah tetapkan. Sedangkan ikhlas adalah menjalani takdir tersebut semata-mata karena Allah, tanpa keluh kesah yang berlebihan dan tanpa menyalahkan keadaan. Ikhlas berarti tetap melangkah tanpa mengeluh, meski jalan terasa berat. Karena ketenangan lahir dari hati yang menerima keputusan-Nya. Allah ﷻ berfirman: مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Taghābun: 11) Hati yang ridha dan ikhlas akan Allah bimbing untuk tetap tenang, meski ujian datang silih berga...

PROGRAM RAMADAN MULIA ISTIQAMAH BERSAMA

Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh kemuliaan dan keberkahan, bulan yang sangat istimewa dan sangat agung, dimana karunia serta ampunan Allah dilimpahkan tanpa batas. Pada bulan ini, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Amal kebaikan terasa sangat mudah dilakukan, program yang menawarkan kebermanfaatan terbentang luas agar saling meninggikan derajat bersama-sama. Selain itu, doa-doa diijabah dengan mudah, sehingga banyak umat Islam saling berlomba untuk kembali kepada Allah. Ramadan adalah madrasah iman yang Allah hadirkan setiap tahun untuk membentuk pribadi umat Islam menjadi bertaqwa. Allah SWT berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa." (QS. Al-Baqarah: 183) Namun realitanya, semangat Ramadan ...

Transformasi Pembaruan Dakwah Kampus; Sebuah Renovasi Cerdas-Paripurna

Secara etimologis Transformasi adalah Perubahan Rupa (betuk, sifat, fungsi dsb). Transformasi secara umum menurut kamus (The New Grolier Webster Internasional dictionary of English Language), menjadi bentuk yang berbeda namun mempunyai nilai-nilai yang sama, perubahan dari satu bentuk atau ungkapan menjadi suatu bentuk yang mempunyai arti atau ungkapan yang sama mulai dari struktur permukaan dan fungsi. Bisa kita saksikan dalam sejarah bahwa Islam adalah agama, nilai dan ajaran yang transformatif. Merubah tatanan hidup manusia dari keburukan yang berbagai macam rupa menjadi kebaikan-kebaikan yang penuh kemuliaan. Sedangkan permbaruan merupakan proses yang senantiasa dijalankan oleh alam semesta atau sebuah proses penyesuaian diri dengan realitas zaman. Kemudian dijelaskan tentang pelaku pembaharuan. Diceritakan kisah-kisah kepahlawanan dari para sahabat. Kesimpulannya terdapat dalam surah Ar-Ra’du: 11 bahwa sebuah pembaruan tidak akan pernah tercapai manakala kita belum berhasil me...