Langsung ke konten utama

Pertemuan yang Melekat di Hati Meski Singkat

Apakah kamu mempercayai bahwa first impression atau kesan pertama akan memberikan pengaruh yang besar terhadap perasaan yang tumbuh dari tiap orang yang saling bertemu dan berinteraksi? Jika iya, maka biasanya orang yang mempercayai hal itu akan berusaha untuk menjadikan pertemuan pertama menjadi berkesan atau bahkan terbilang istimewa. Sikap ini, menandakan bahwa orang itu bersyukur atas takdir yang dijalaninya, ia tidak ingin melewatkan dengan sia-sia setiap episode kehidupannya yang lebih berwarna dan dipertemukan dengan orang-orang baru. Namun memang, ada juga orang-orang yang menganggap bahwa pertemuan pertama adalah hal yang biasa, normal pada umumnya. Mereka tak mempersiapkan secara khusus pertemuan yang sebenarnya telah ditakdirkan. Biasanya, perbedaan yang mendasar diantara keduanya adalah tentang acara yang akan dihadiri dan dengan siapa ia akan temui. Pertemuan yang berkesan dan bermakna cenderung akan mudah diingat dan memiliki tempat tersendiri dalam ruang ingatan dan rel...

Kolaborasi dalam Optimalisasi Kinerja Organisasi


Kalau kita mendengar kata KOLABORASI, biasanya akan terfikir satu konsep ketergantungan, saling membutuhkan, dan kerja sama untuk memadukan potensi antar individu sehingga mampu melahirkan suatu racikan baru yang memegang prinsip saling menguntungkan, musyawarah dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang ada dalam ranah individu, organisasi, dan berkehidupan sosial masyarakat.

Konsep kolaborasi sebenarnya hampir mirip dengan konsep tolong menolong yang telah dijelaskan di dalam Al-Qur'an sebagai petunjuk hidup bagi manusia agar tidak merugi, seperti dalam surah Al-Asr yang disana terdapat makna untuk saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.

Kemudian dalam surah Al-Maidah ayat 2, Allah SWT berfirman; "tolong menolonglah kalian dalam mengerjakan kebaikan dan taqwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

Konsep kolaborasi dalam ruang lingkup organisasi seharusnya dapat lebih optimal dalam implementasinya. Karena dalam organisasi terdapat unsur-unsur seperti pemimpin, visi-misi, tujuan, sumber daya manusia, kultur budaya, aturan dan kebijakan sebagai kekuatan atau basis utama dalam optimalitasi kinerja.

  • Pemimpin
Seseorang yang memimpin sebuah organisasi adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap kinerja organisasi. Gaya kepemimpinan pun akan mempengaruhi kinerja organisasi sehingga menjadi warna tersendiri dalam tiap gerak langkah yang ditempuh.
  • Visi-Misi
Sebuah gagasan besar yang terangkum pada serangkaian tulisan, ucapan, tindakan, dan konsistensi perjuangan yang menjadi cita-cita besar dalam berorganisasi. Penyusunan Visi-Misi ini bukan hanya sebatas dari seorang pemimpin saja, tapi juga disosialisasikan, dimusyawahkan dan diperjuangkan bersama oleh seluruh anggota yang terlibat.
  • Tujuan
Hampir sama seperti Visi-Misi, tujuan ini berkaitan dengan goal setting atau indikator pencapaian yang terukur yang dibuat oleh seorang pemimpin dan menjadi kesepakatan bersama dengan anggota organisasi sehingga punya kesepahaman prinsip dan gerak untuk mencapainya.
  • SDM
Tiap individu yang tergabung dalam struktur organisasi ataupun pihak-pihak lain yang beririsan atau berkaitan dengan organisasi yang dapat diberdayakan, dikaryakan, dan dimanfaatkan untuk kepentingan organisasi sehingga Sumber Daya Manusia itu menjadi sebuah kekuatan yang amat besar untuk mencapai Optimalisasi Kinerja Organisasi.
  • Kultur Budaya
Kultur Budaya merupakan kebudayaan yang berkaitan dengan akal atau budi manusia yang berada dalam suatu wilayah tertentu. Organisasi yang berada dalam suatu wilayah atau waktu tertentu tentu saja memiliki kultur budayanya yang menjadi identitas diri yang perlu dilestarikan dan dijaga. Tapi jika Kultur Budaya tersebut buruk maka langkah yang tepat adalah memperbaikinya dengan strategi yang cocok dengan kearifan lokal setempat.
  • Aturan dan Kebijakan
Setiap organisasi pasti memiliki aturan yang disepakati sebagai landasan hukum dan memiliki kebijakan yang dijalankan oleh anggota sebagai dukungan terhadap implementasi hukum. Aturan dalam organisasi bersifat baku meski dapat berubah sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan kebijakan dalam organisasi bersifat fleksibel.


Demi tercapainya Optimalisasi Kinerja Organisasi, diperlukan perpaduan yang teratur antara 6 unsur yang telah disebutkan diatas. Sebagai umat Islam, kita pasti memahami konsep ukhuwah dalam berinteraksi sosial, dan konsep inilah yang melandasi konsep KOLABORASI.

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuh-musuhan, maka Allah menjinakkan antara hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Al-Imran : 103).

Setelah memahami unsur-unsur yang terdapat dalam organisasi, langkah selanjutnya adalah memahami prinsip-prinsip yang harus dijunjung tinggi dalam organisasi, kita akan bahasnya pada kesempatan berikutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMAHAMI TAKDIR ALLAH

1️⃣ Menerima dengan Ridha dan Menjalani dengan Ikhlas Ridha adalah lapangnya hati dalam menerima ketetapan Allah, baik yang terasa menyenangkan maupun yang menyakitkan. Ridha bukan berarti tidak merasa sedih, tetapi tidak memprotes keputusan Allah. Ridha berarti hati tidak memberontak atas apa yang Allah tetapkan. Sedangkan ikhlas adalah menjalani takdir tersebut semata-mata karena Allah, tanpa keluh kesah yang berlebihan dan tanpa menyalahkan keadaan. Ikhlas berarti tetap melangkah tanpa mengeluh, meski jalan terasa berat. Karena ketenangan lahir dari hati yang menerima keputusan-Nya. Allah ﷻ berfirman: مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Taghābun: 11) Hati yang ridha dan ikhlas akan Allah bimbing untuk tetap tenang, meski ujian datang silih berga...

PROGRAM RAMADAN MULIA ISTIQAMAH BERSAMA

Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh kemuliaan dan keberkahan, bulan yang sangat istimewa dan sangat agung, dimana karunia serta ampunan Allah dilimpahkan tanpa batas. Pada bulan ini, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Amal kebaikan terasa sangat mudah dilakukan, program yang menawarkan kebermanfaatan terbentang luas agar saling meninggikan derajat bersama-sama. Selain itu, doa-doa diijabah dengan mudah, sehingga banyak umat Islam saling berlomba untuk kembali kepada Allah. Ramadan adalah madrasah iman yang Allah hadirkan setiap tahun untuk membentuk pribadi umat Islam menjadi bertaqwa. Allah SWT berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa." (QS. Al-Baqarah: 183) Namun realitanya, semangat Ramadan ...

Transformasi Pembaruan Dakwah Kampus; Sebuah Renovasi Cerdas-Paripurna

Secara etimologis Transformasi adalah Perubahan Rupa (betuk, sifat, fungsi dsb). Transformasi secara umum menurut kamus (The New Grolier Webster Internasional dictionary of English Language), menjadi bentuk yang berbeda namun mempunyai nilai-nilai yang sama, perubahan dari satu bentuk atau ungkapan menjadi suatu bentuk yang mempunyai arti atau ungkapan yang sama mulai dari struktur permukaan dan fungsi. Bisa kita saksikan dalam sejarah bahwa Islam adalah agama, nilai dan ajaran yang transformatif. Merubah tatanan hidup manusia dari keburukan yang berbagai macam rupa menjadi kebaikan-kebaikan yang penuh kemuliaan. Sedangkan permbaruan merupakan proses yang senantiasa dijalankan oleh alam semesta atau sebuah proses penyesuaian diri dengan realitas zaman. Kemudian dijelaskan tentang pelaku pembaharuan. Diceritakan kisah-kisah kepahlawanan dari para sahabat. Kesimpulannya terdapat dalam surah Ar-Ra’du: 11 bahwa sebuah pembaruan tidak akan pernah tercapai manakala kita belum berhasil me...