Langsung ke konten utama

Pertemuan yang Melekat di Hati Meski Singkat

Apakah kamu mempercayai bahwa first impression atau kesan pertama akan memberikan pengaruh yang besar terhadap perasaan yang tumbuh dari tiap orang yang saling bertemu dan berinteraksi? Jika iya, maka biasanya orang yang mempercayai hal itu akan berusaha untuk menjadikan pertemuan pertama menjadi berkesan atau bahkan terbilang istimewa. Sikap ini, menandakan bahwa orang itu bersyukur atas takdir yang dijalaninya, ia tidak ingin melewatkan dengan sia-sia setiap episode kehidupannya yang lebih berwarna dengan dipertemukan dengan orang-orang baru. Namun memang, ada juga hal-hal yang tak dapat terduga bahkan dari kesan pertama. Alhasil, ada orang-orang yang menganggap bahwa pertemuan pertama adalah hal yang biasa, normal pada umumnya. Mereka tak mempersiapkan secara khusus pertemuan yang sebenarnya telah ditakdirkan. Biasanya, perbedaan yang mendasar diantara keduanya adalah tentang acara yang akan dihadiri dan dengan siapa ia akan temui. Pertemuan yang berkesan dan bermakna cenderung aka...

Dengan apa misi Islam dapat terwujud?



Bismillah

Dengan apa misi Islam dapat terwujud? sebuah pertanyaan yang patut kita tanyakan pada diri kita sendiri untuk dapat ditemukan jawabannya oleh kita.

Islam sebagai agama yang hanya diridhai oleh Allah sudah pasti memiliki misi di muka bumi ini. Misi itu adalah diantaranya menegakkan syariat Allah di muka bumi ini dan Allah pun telah menetapkan bahwa kemenangan akan diberikan kepada agama Islam di suatu hari nanti.

Pertanyaannya sekarang adalah apakah kita akan menjadi bagian dari kemenangan Islam yang telah Allah janjikan itu? Untuk mendapatkan jawaban itu, disini saya akan sedikit merangkum beberapa point yang dengan apa misi Islam dapat terwujud?

1. Iman yang kuat

Pertama, keimanan yang kuat. Hanya dengan iman kepada Allah kita dapat mewujudkan misi Islam. Maka, jagalah dalam hati kita agar iman tidak mudah goyah dan surut, sebab Allah telah berfirman dalam ayat-Nya:
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya. Kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang beriman." (QS. Al-Hujurat: 15) 

 2. Keikhlasan yang sungguh-sungguh

Kedua, berkaitan dengan niat. Setiap amal tergantung niatnya. Ikhlas berarti, niat yang tulus hanya mengharap ridha Allah. Keikhlasan ini tidak dibuat-buat atau riya. Allah SWT telah mengingatkan kepada hamba-Nya lewat firman-Nya:
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." (QS. Al-Bayyinah: 5)

3. Tekad yang kuat tanpa rasa takut

Point ketiga ini sangat identik dimiliki oleh pemuda-pemuda Islam. Jika kita sudah memiliki tekad yang kuat, biasanya kita akan mampu berani mengambil resiko dan berani untuk menghadapi apapun agar tekad kita dapat berhasil dicapai. Hal ini seperti yang telah diperintahkan Allah SWT:
"(Yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan." (QS. Al-Ahzab: 39)

4. Usaha yang berkesinambungan

Salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam mewujudkan misi Islam adalah tidak mengenal rasa jenuh dan malas. Usaha ini dilakukan secara terus menerus. Kita tidak akan tahu kapan kemenangan itu tiba, kapan kiamat itu tiba. Maka, usaha yang kita lakukan harus terus berkelanjutan dari satu generasi kepada generasi berikutnya. Allah SWT pun telah memberi penjelasan kepada kita:
"Dan katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan." (QS. At-Taubah: 105)

5. Pengorbanan yang tulus 

Maksudnya adalah tidak mengharap apa-apa kecuali hanya dua alternatif "menang atau mati syahid".  Ini menjadi semboyan yang harus dimiliki oleh setiap muslim. 2 pilihan di atas juga menjadi keinginan setiap dari kita. Kita pasti ingin menang dan kita pasti ingin mati syahid. Maka Allah SWT telah mengingatkan hamba-Nya:
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (QS. Al-Baqarah: 214)

Demikian 5 kriteria atau cara untuk menjawab pertanyaan, "Dengan apa misi Islam dapat terwujud?" dan dengannya juga kita akan dapat menepati janji kita kepada Allah.

Ketahuilah bahwa sesungguhnya landasan iman adalah jiwa yang suci. Landasan keikhlasan adalah hati yang jernih. Landasan tekad ialah semangat yang kuat membara. Landasan usaha ialah kemauan yang keras dan landasan pengorbanan adalah akidah yang kokoh.

Dengan 5 kriteria atau cara di atas juga lah kita akan menjadi pilar penyangga kebangkitan Islam, yang menjadi pengibar panji-panjinya dan menjadi panglima perangnya.

Mari menjadi tunas-tunas muda muslim yang sarat dengan iman. Yang taat hanya kepada Allah. Yang takut bermaksiat pada Allah. Yang mampu menjadi bagian dari prajurit-prajurit Allah dalam memenangkan agama-Nya di bumi-Nya.

Semoga Allah berikan kita taufiq dan hidayah-Nya kepada kita agar kita dapat melaksanakan 5 kriteria atau cara di atas. Aamiin

#seninbuku
#belajarmenulis
#istiqamahbersama

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMAHAMI TAKDIR ALLAH

1️⃣ Menerima dengan Ridha dan Menjalani dengan Ikhlas Ridha adalah lapangnya hati dalam menerima ketetapan Allah, baik yang terasa menyenangkan maupun yang menyakitkan. Ridha bukan berarti tidak merasa sedih, tetapi tidak memprotes keputusan Allah. Ridha berarti hati tidak memberontak atas apa yang Allah tetapkan. Sedangkan ikhlas adalah menjalani takdir tersebut semata-mata karena Allah, tanpa keluh kesah yang berlebihan dan tanpa menyalahkan keadaan. Ikhlas berarti tetap melangkah tanpa mengeluh, meski jalan terasa berat. Karena ketenangan lahir dari hati yang menerima keputusan-Nya. Allah ﷻ berfirman: مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Taghābun: 11) Hati yang ridha dan ikhlas akan Allah bimbing untuk tetap tenang, meski ujian datang silih berga...

Transformasi Pembaruan Dakwah Kampus; Sebuah Renovasi Cerdas-Paripurna

Secara etimologis Transformasi adalah Perubahan Rupa (betuk, sifat, fungsi dsb). Transformasi secara umum menurut kamus (The New Grolier Webster Internasional dictionary of English Language), menjadi bentuk yang berbeda namun mempunyai nilai-nilai yang sama, perubahan dari satu bentuk atau ungkapan menjadi suatu bentuk yang mempunyai arti atau ungkapan yang sama mulai dari struktur permukaan dan fungsi. Bisa kita saksikan dalam sejarah bahwa Islam adalah agama, nilai dan ajaran yang transformatif. Merubah tatanan hidup manusia dari keburukan yang berbagai macam rupa menjadi kebaikan-kebaikan yang penuh kemuliaan. Sedangkan permbaruan merupakan proses yang senantiasa dijalankan oleh alam semesta atau sebuah proses penyesuaian diri dengan realitas zaman. Kemudian dijelaskan tentang pelaku pembaharuan. Diceritakan kisah-kisah kepahlawanan dari para sahabat. Kesimpulannya terdapat dalam surah Ar-Ra’du: 11 bahwa sebuah pembaruan tidak akan pernah tercapai manakala kita belum berhasil me...

Perjalanan yang Membutuhkan Pilihan; Menjaga Cinta atau Mengobati Hati

"Hidup adalah soal pilihan. Manusia dituntut untuk menentukan pilihan mana yang terbaik baginya. Seperti dua mata koin, kita akan mendapatkan jawaban ketika sebuah pilihan telah digulirkan. Setiap pilihan pasti memiliki dampak dan risiko. Semakin besar dampak yang ditawarkan, maka semakin besar pula risiko yang diterima. Maka, selalu libatkan Allah dalam setiap pilihan hidup, karena Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu dan Maha Mengetahui apapun yang terjadi." "Setelah menjalani lika-liku kehidupan, manis-pahitnya perjalanan, kini aku mulai mengerti bahwa diri ini harus lebih berhati-hati dalam menentukan sebuah pilihan jalan. Bukan hanya sekedar keinginan atau hawa nafsu yang dituruti, namun juga kebutuhan dalam diri berupa keimanan dan kesehatan yang harus diprioritaskan atau diutamakan. Kini aku mulai mengerti bagaimana melakukannya karena Allah telah menunjukkan jalan terbaiknya padaku." Mari sejenak kita melakukan refleksi, mengingat dan membayangkan betapa ...