Langsung ke konten utama

Pertemuan yang Melekat di Hati Meski Singkat

Apakah kamu mempercayai bahwa first impression atau kesan pertama akan memberikan pengaruh yang besar terhadap perasaan yang tumbuh dari tiap orang yang saling bertemu dan berinteraksi? Jika iya, maka biasanya orang yang mempercayai hal itu akan berusaha untuk menjadikan pertemuan pertama menjadi berkesan atau bahkan terbilang istimewa. Sikap ini, menandakan bahwa orang itu bersyukur atas takdir yang dijalaninya, ia tidak ingin melewatkan dengan sia-sia setiap episode kehidupannya yang lebih berwarna dengan dipertemukan dengan orang-orang baru. Namun memang, ada juga hal-hal yang tak dapat terduga bahkan dari kesan pertama. Alhasil, ada orang-orang yang menganggap bahwa pertemuan pertama adalah hal yang biasa, normal pada umumnya. Mereka tak mempersiapkan secara khusus pertemuan yang sebenarnya telah ditakdirkan. Biasanya, perbedaan yang mendasar diantara keduanya adalah tentang acara yang akan dihadiri dan dengan siapa ia akan temui. Pertemuan yang berkesan dan bermakna cenderung aka...

Sepucuk Surat Berharga Tentang Kita (1/2)


To : Kamu
From : Aku

Assalamualaikum, kamu!

Apa kabar nya disana? Semoga selalu baik ya, Aku berharap Allah senantiasa menjagamu. Aamiin
Mohon maaf sebelumnya karena aku masih belum menjengukmu sampai saat ini. Masih banyak kesibukan kerja, kuliah, dan kegiatan keluarga.

Tapi tapi jangan khawatir! Aku disini masih baik-baik aja kok hehe aku menjaga diri dengan baik. Sehat selalu Alhamdulillah. Keluargaku sangat baik padaku, kerabatku disini juga pada shaleh, sering banget nasehatin aku di kala aku sedang futur. Menjadi teman curhat kala kepala penat. Banyak banget kenikmatan yang Allah beri padaku disini. Allah Maha Baik ya.

Ehya! Kamu sendiri seperti apa disana? Aku penasaran dengan ceritamu tauuu... Rasa ingin jumpa sekali denganmu... Tapi qadarullah memang sampai saat ini masih belum bisa...

Sempat dapat kabar katanya kamu saat ini sedang terpuruk? Ada apa? Bisa kah kamu ceritakan kisahmu padaku? Ayolah, jangan bikin orang yang sayang sama kamu ini khawatir! Gabaik tau! Kalo ada masalah ceritakan pada Allah dan orang-orang terdekatmu yang bisa dipercaya seperti aku. Kamu coba baca Al-Qur’an, disana ada petunjuk untuk kamu. Yaitu Sabar dan shalat. InsyaAllah akan ada jalan keluarnya. Allah pasti akan menolong kamu.

Aku benar-benar khawatir tentang lingkungan disana. Karena beberapa berita tentang pergaulan disana sangat parah. Beberapa kasus terjadi, seperti pemerkosaan, perzinaah, pencurian, pembunuhan, sampai bunuh diri. Ih naudzubillah. Motifnya bervariasi juga, ada yang karena pacaran, selingkuh, narkoba, dan lainnya. Pokoknya seperti fenomena zaman sekarang dah! Ngeriii :’(

Kamu tidak sampai terlibat hal-hal seperti itu kan? Aku sedih pas tau kamu sedang terpuruk ditambah dengan lingkungan disana, harusnya aku ada di sana mendampingimu dan menjagamu! Apalagi jika sampai aku tau kamu terlibat hal semacam itu, nangis aku tuh! :"(

Setiap hari, setiap malam, aku mendoakanmu, hanya dengan cara seperti ini aku bisa mendampingimu saat ini. Aku percaya doa yang kukirim pasti akan sampai ke kamu. Karena aku menitipkannya pada Allah, yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Tidak ada yang bisa menghalangi-Nya.

Tapi aku sadar pada diriku, yang sering jadi sebab surat doaku tidak sampai padamu. Aku masih suka melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah. Syarat-syarat terkabulnya doa masih suka aku langgar. Aku sedih, ingin menolongmu tapi aku sendiri juga butuh pertolongan untuk jadi orang yang baik. Ah buruknya diriku ini! -_-

Aku sempat ingin berputus asa. Tapi Alhamdulillah masih dijaga oleh Allah, aku ingat perjuangan kita beberapa waktu lalu. Itu yang jadi salah satu kekuatanku sampai sekarang masih bertahan, Hehe.. indah sekali bukan kalau kita ingat kembali kenangan itu bersama?

Tenang! Aku sudah menaruh rapih kenangan itu dalam sudut ruang ingatan di pikiranku. Aku jaga. Jangan sampai ada yang ganggu, acak-acak, bahkan sampai hilang. InsyaAllah. Haha..

Aku minta maaf ya, maaf banget. Aku masih belum memenuhi janji kita saat terakhir kita bertemu kala itu. Aahh aku seperti ingin nangis nih! Padahal aku yang mengajak kamu untuk berjanji, tapi sampai sekarang aku belum tepati, ya Allah :"(

Tapi tapi tapi, aku selalu ingat janji itu kok! Percaya padaku bahwa suatu saat akan aku penuhi janji itu. Orang tua dan keluargaku juga sudah tau janji kita. Jadi, semakin banyak orang yang akan membantuku untuk menepati janji itu. InsyaAllah aku yakin. Kamu cukup tawakkal pada Allah dan tetap ikhtiar menjaga dirimu disana. Dengan izin Allah, semua akan baik-baik saja.

Semoga suatu saat di hari pertemuan kita nanti, aku dan kamu dapat membawa segudang kerinduan untuk kita lepaskan bersama-sama.. Hehe..

Kita akan menikmati masa-masa indah dalam penantiang panjang perjumaan kita. Balutan kasih sayang dan cinta karena Allah akan menghiasi kebersamaan kita nanti. Memang saat ini, raga kita masih terpisah oleh jarak dan waktu. Tapi insyaAllah suatu saat, takdir Allah akan membawa kita pada momentum itu. Yang kita tunggu selama ini.

Membayangkan nya saja aku sudah tidak sabar, indah! Eh astagfirullah aku tidak boleh terlalu mengandaikannya. Maaf kan aku, tapi begitulah harapanku. Aku akan melangitkan harapanku untuk dapat didengar oleh penduduk langit. Aku pasrahkan harapanku hanya pada Allah. Dia Maha Menjaga, Maha Kuat. Maha Berkuasa atas segala sesuatu.. Kamu percaya itu kan?

Jadi, apapun yang terjadi padamu disana, tetaplah menjadi kamu yang aku kenal baik selama ini! Tetaplah taat pada Allah dan Rasul-Nya. Persiapkan bekal terbaik untuk perjumpaan kita nanti! Jaga juga keluargamu disana dengan baik! Mereka sangat sayang pada kamu, makanya kamu jangan nakal! Ingat bahwa ridha orang tua itu ridha Allah juga, jangan khianati kepercayaan mereka. Dan ya jangan khianati kepercayaan dariku! Hehe..

Komentar

  1. Ternyata kamu berbakat jadi penulis ya tulisanmu cukup bgs enak u dibaca .Semoga Allah mengabulkan semua harapanmu doaku selalu menyertaimu Aamiin

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMAHAMI TAKDIR ALLAH

1️⃣ Menerima dengan Ridha dan Menjalani dengan Ikhlas Ridha adalah lapangnya hati dalam menerima ketetapan Allah, baik yang terasa menyenangkan maupun yang menyakitkan. Ridha bukan berarti tidak merasa sedih, tetapi tidak memprotes keputusan Allah. Ridha berarti hati tidak memberontak atas apa yang Allah tetapkan. Sedangkan ikhlas adalah menjalani takdir tersebut semata-mata karena Allah, tanpa keluh kesah yang berlebihan dan tanpa menyalahkan keadaan. Ikhlas berarti tetap melangkah tanpa mengeluh, meski jalan terasa berat. Karena ketenangan lahir dari hati yang menerima keputusan-Nya. Allah ﷻ berfirman: مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Taghābun: 11) Hati yang ridha dan ikhlas akan Allah bimbing untuk tetap tenang, meski ujian datang silih berga...

Transformasi Pembaruan Dakwah Kampus; Sebuah Renovasi Cerdas-Paripurna

Secara etimologis Transformasi adalah Perubahan Rupa (betuk, sifat, fungsi dsb). Transformasi secara umum menurut kamus (The New Grolier Webster Internasional dictionary of English Language), menjadi bentuk yang berbeda namun mempunyai nilai-nilai yang sama, perubahan dari satu bentuk atau ungkapan menjadi suatu bentuk yang mempunyai arti atau ungkapan yang sama mulai dari struktur permukaan dan fungsi. Bisa kita saksikan dalam sejarah bahwa Islam adalah agama, nilai dan ajaran yang transformatif. Merubah tatanan hidup manusia dari keburukan yang berbagai macam rupa menjadi kebaikan-kebaikan yang penuh kemuliaan. Sedangkan permbaruan merupakan proses yang senantiasa dijalankan oleh alam semesta atau sebuah proses penyesuaian diri dengan realitas zaman. Kemudian dijelaskan tentang pelaku pembaharuan. Diceritakan kisah-kisah kepahlawanan dari para sahabat. Kesimpulannya terdapat dalam surah Ar-Ra’du: 11 bahwa sebuah pembaruan tidak akan pernah tercapai manakala kita belum berhasil me...

Perjalanan yang Membutuhkan Pilihan; Menjaga Cinta atau Mengobati Hati

"Hidup adalah soal pilihan. Manusia dituntut untuk menentukan pilihan mana yang terbaik baginya. Seperti dua mata koin, kita akan mendapatkan jawaban ketika sebuah pilihan telah digulirkan. Setiap pilihan pasti memiliki dampak dan risiko. Semakin besar dampak yang ditawarkan, maka semakin besar pula risiko yang diterima. Maka, selalu libatkan Allah dalam setiap pilihan hidup, karena Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu dan Maha Mengetahui apapun yang terjadi." "Setelah menjalani lika-liku kehidupan, manis-pahitnya perjalanan, kini aku mulai mengerti bahwa diri ini harus lebih berhati-hati dalam menentukan sebuah pilihan jalan. Bukan hanya sekedar keinginan atau hawa nafsu yang dituruti, namun juga kebutuhan dalam diri berupa keimanan dan kesehatan yang harus diprioritaskan atau diutamakan. Kini aku mulai mengerti bagaimana melakukannya karena Allah telah menunjukkan jalan terbaiknya padaku." Mari sejenak kita melakukan refleksi, mengingat dan membayangkan betapa ...