1️⃣ Menerima dengan Ridha dan Menjalani dengan Ikhlas Ridha adalah lapangnya hati dalam menerima ketetapan Allah, baik yang terasa menyenangkan maupun yang menyakitkan. Ridha bukan berarti tidak merasa sedih, tetapi tidak memprotes keputusan Allah. Ridha berarti hati tidak memberontak atas apa yang Allah tetapkan. Sedangkan ikhlas adalah menjalani takdir tersebut semata-mata karena Allah, tanpa keluh kesah yang berlebihan dan tanpa menyalahkan keadaan. Ikhlas berarti tetap melangkah tanpa mengeluh, meski jalan terasa berat. Karena ketenangan lahir dari hati yang menerima keputusan-Nya. Allah ﷻ berfirman: مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Taghābun: 11) Hati yang ridha dan ikhlas akan Allah bimbing untuk tetap tenang, meski ujian datang silih berga...
Ini adalah salah satu hasil dari kajian pekanan. Tema yang diangkat sangat erat kaitannya dengan kebermanfaatan. Ya, sedekah menjadi salah satu bentuk ibadah sosial yang cukup berpengaruh terhadap kelangsungan hidup manusia dalam bingkai kebersamaan. Hubungan saling menguntungkan merupakan ciri dari sedekah. Karena yang disedekahi mendapatkan apa yang dibutuhkan, sedangkan yang bersedekah insyaAllah akan mendapatkan ganjaran pahala di sisi Allah. Dalam konteksnya sebagai bentuk penjagaan dan penyembuhan, terutama dari musibah atau COVID 19 adalah dengan bersedekah. Salah satu surah yang memperhatikan tentang sedekah adalah QS. Al-Ma’un. Allah menyandingkan orang yang tidak bersedekah sebagai orang yang dusta. Orang yang tidak memperhatikan anak yatim dan fakir miskin itu merupakan salah satu tanda orang yang dusta agamanya. QS. Al-Munafiqun bercerita tentang ciri-ciri orang munafik adalah tidak mau berinfaq atau bersedekah. Seperti halnya dalam QS Al-Ma’un. Untuk itu, betapa ...