Langsung ke konten utama

Menguatkan Ukhuwah Islamiyah di Tengah Realitas Dunia Islam Hari Ini

Sesungguhnya Islam itu mempunyai kaidah-kaidah (sistem) pendidikan yang istimewa yang berdiri tegak di atas dasar-dasar kejiwaan yang kokoh pada setiap jiwa para pemeluknya. Sistem ini adalah sistem pendidikan yang kekal, dimana tidak akan sempurna upaya pembentukan kepribadian yang islamis kecuali dengan merealisasikan konsep tersebut dengan menanamkan akar-akar tersebut dalam jiwa setiap individu maupun masyarakat, dan dengan membangun masyarakat Islam atas dasar saling tolong menolong yang menguntungkan dimana diantaranya terdapat ikatan yang kokoh, etika yang tinggi, serta rasa kasih sayang. Ukhuwah Islamiyah bukan hanya konsep spiritual atau teori dalam buku-buku dakwah. Ia adalah kekuatan peradaban yang dahulu mampu menyatukan umat Islam dalam satu barisan. Namun jika kita melihat realitas dunia Islam saat ini, khususnya di kawasan Timur Tengah, kita menyaksikan bagaimana ukhuwah sering kali melemah akibat konflik, perpecahan, dan kepentingan politik. Padahal Allah telah menging...

4 Tipe Orang dalam Menanggapi Isu Penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Kamu termasuk yang mana?

Beberapa hari yang lalu, sebuah insiden begitu cepat menarik perhatian umat Islam di seluruh dunia. Insiden di Perancis, tentang karikatur Nabi Muhammad SAW. Bahkan melibatkan seorang Presiden. Dampaknya, terjadi kericuhan di berbagai tempat, terjadi pemboikotan terhadap produk Perancis, bahkan merenggut nyawa.

Menghina Nabi SAW itu tidak dibenarkan, saya merasa resah dan dengan inilah saya menyatakan sikap. Mencoba juga memberikan beberapa pendapat saya. Saya sangat menentang segala bentuk penghinaan dalam agama. Terutama menyangkut kehormatan Nabi Muhammad SAW.

Semoga dengan ini, dapat menjadikan kita sebagai umat yang bersatu. Umat yang mengedepankan akhlak sesuai dengan tugas Nabi SAW turun ke muka bumi. Menyempurnakan akhlak. Tulisan ini, memberikan sedikit instropeksi pada diri. Berada di manakah kita ketika Nabi Muhammad SAW dihina? Tentu tulisan ini tidak dapat merangkum segala hal yang Anda pikirkan, karena ini opini saya. Tetapi semoga saja dengan ini, dapat bermanfaat dan keberkahan dari Allah.

Berikut beberapa tipe orang dalam menanggapi isu Penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.


1. Tipe Orang yang Ekstrime

Tipe yang pertama adalah orang-orang yang tidak memikirkan apa yang diperbuatnya. Disini terdapat dua sisi tipe orang yang ekstrime.
  • Orang yang menghina Nabi Muhammad SAW. Dapat dikatakan sebagai orang yang ekstrime. Karena menghina Nabi SAW adalah perbuatan yang sangat tercela, sangat buruk, dan hanya dilakukan oleh orang-orang yang ekstrime. Mereka yang melakukannya seperti tidak perduli terhadap perbuatannya. Rasulullah SAW adalah manusia terbaik yang Allah turunkan ke muka bumi.
  • Orang yang menerima informasi tersebut lalu dengan tanpa berpikir dahulu langsung memutuskan apa yang harus dilakukan. Alasannya bisa saja karena bentuk kecintaan kepada Nabi SAW. Tapi contoh misalnya, dengan membunuh pelaku penghina secara langsung adalah langkah yang baik? Jika ditanya apakah ia telah menjalankan sunnah Nabi SAW dan menjauhi larangannya? Mungkin saja tidak. Padahal Allah telah memberikan akal kepada manusia untuk berpikir dan memutuskan untuk melakukan kebaikan atau keburukan. Melakukan hal yang benar atau salah. Membela Nabi SAW memang wajib dan benar dilakukan, tetapi caranya perlu kita pikirkan. Sesuai dengan syariat yang telah Allah tetapkan, tidak bisa sesuai kehendak sendiri yang menyimpang. Hanya mengikuti hawa nafsu belaka.

2. Tipe Orang yang Bijaksana

Tipe kedua adalah orang yang bijaksana dalam memutuskan. Tipe ini juga terbagi ke dalam dua sisi.
  • Jika berhubungan dengan Nabi SAW, ia akan lebih hati-hati. Ia akan lebih memuliakan Nabi SAW. Memberikan shalawat dan salam terhadap Nabi SAW. Mengikuti sunnah Nabi SAW dan menjauhi segala hal yang buruk. Mencintainya melebihi dirinya sendiri, mencintai keluarga dan sahabatnya dan orang-orang yang teguh istiqamah berada di jalannya. Ia akan lebih mempergunakan akal dan hatinya dengan bijaksana. Tidak mungkin seorang yang bijak akan menghina dan merendahkan kehormatan Nabi SAW. Meski kita sebagai manusia tak luput dari salah dan lupa, maka akan ada taubat sebagai penawarnya.
  • Ketika tipe ini mendapat informasi yang melecehkan Nabi SAW, ia pasti akan marah. Tapi mempergunakan akal dan hatinya. Menanggapi sesuai dengan kadar kemampuannya. Melihat kondisi sebab akibat. Mencari cara terbaik untuk dapat membuktikan kecintaannya kepada Nabi SAW. Agar tidak seperti orang yang ekstrime. Menunjukkan kecintaan kepada Nabi SAW tetapi salah dalam menunjukkan kecintaannya. Maka dari itu, berilmu lah wahai pecinta-pecinta Nabi SAW, jangan lelah menuntut ilmu. InsyaAllah kita akan jadi orang yang lebih bijaksana. Karena bisa jadi, informasi yang didapatkan adalah strategi musuh Islam untuk dapat menyerang kita. Hati-hati.

3. Tipe Orang yang Plin-Plan

Tipe ketiga ini adalah orang yang plin-plan dalam memutuskan. Ketika di tanya apakah ia mencintai Nabi SAW? Ya, mencintai. Tapi apakah ia marah ketika Nabi di hina? Mulutnya akan berkata ia, tapi tidak ada tindakan yang nyata. Ia bingung harus memutuskan apa. Tidak memiliki pendirian dan hanya ikut ikutan saja. Setelah memutuskan, ia tidak teguh pendirian. Saat merasa pilihannya tidak banyak yang mendukung, ia akan memilih pada pilihan lain. Padahal pilihannya yang sedikit mendukung sudah benar. Ia berpikir bijaksana tapi tidak teguh pendirian.

Orang yang plin-plan terlalu kebanyakan berpikir tapi minim eksekusi. Terlalu perfeksionis tetapi tidak berani mengambil resiko. Mencari aman bahkan terkadang biasa saja ketika Nabi SAW dihina ketika kelompoknya juga biasa saja. Namun ketika kelompoknya sudah memutuskan sikapnya terhadap hal itu, maka ia pun akan mengikuti kelompoknya.

Tipe ini hendak berada di tengah-tengah dalam bersikap tetapi terkadang malah membuatnya tidak menjadi orang yang bijak, malah cenderung ke arah orang yang cuek. Karena, pilihannya bukanlah benar-benar keputusan yang ia buat. Berdasarkan hasil akal dan hatinya. Melainkan itu berdasar pada pilihan orang lain.

4. Tipe Orang yang Cuek

Tipe ini lebih mengarah kepada orang yang munafik dan orang yang plin-plan. Tipe ini tidak terlalu perduli terhadap pemberitaan yang sedang terjadi. Kecuali hal itu berdampak langsung terhadap dirinya atau kelompoknya. Ketika tahu Nabi SAW di hina, ia akan diam saja. Cuek, kurang perduli, dan berpikir untuk apa membela? Jika menjalankan sunnah Nabi SAW aja tidak. Padahal ia sendiri juga cuek terhadap sunnah Nabi SAW. Namun hal itu dijadikan olehnya alasan untuk tidak bersikap terhadap kasus penghinaan terhadap Nabi SAW.

Ia akan lebih memilih diam daripada banyak berbicara ketika tahu Nabi SAW dihina. Merasa bahwa persoalan itu tidak memiliki arti apa-apa dalam hidupnya. Orang yang cuek ini tahu, tapi tidak paham persoalan. Karena itu tipe ini juga mengarah kepada tipe orang yang bodoh.

Jangan sampai kita menjadi orang yang cuek ya, apalagi jika sudah menyangkut kepada Nabi Muhammad SAW. Karena kita sangat mengharap syafa'atnya di Yaumul Akhir nanti, karena Nabi Muhammad SAW adalah orang yang sangat mencintai umatnya. Lalu mengapa kita sebagai umatnya bersikap cuek terhadapnya?

5. Tipe Orang yang Bodoh

Tipe yang terakhir adalah tipe orang yang bodoh. Orang ini, malah akan mendukung kepada orang yang menghina Nabi SAW. Bahkan orang ini juga tidak menjalankan sunnah Nabi SAW. Tipe ini biasanya dimiliki oleh orang yang munafik, fasik, dan kafir. Ketika umat Islam marah kepada orang yang menghina Nabi SAW, ia justru bersikap kebalikannya. Merasa paling benar sendiri, karena baginya marah-marah tidak akan menyelesaikan masalah. Ia mencoba menjadi orang yang bijaksana tetapi malah terlihat bodoh seutuhnya. Seperti tidak memiliki akal pikiran bahkan tidak memiliki sikap yang benar.

Orang yang bodoh adalah orang yang tidak mau menuntut ilmu, mencari tau kebenaran dari suatu persoalan. Itulah orang yang bodoh. Orang yang bodoh bukan berarti orang yang sepenuhnya salah. Karena orang yang salah bisa jadi memutuskan persoalan yang ia belum ketahui jawaban yang benarnya. Orang yang sudah tahu jawabannya tetapi memilih salah juga bisa dikatakan sebagai orang yang bodoh.

Sebenarnya tipe-tipe ini dapat lebih diperdalam lagi, silakan bagi Anda yang membaca untuk lebih memperdalam tipe-tipe ini. Tentukan sikap Anda dan termasuk dimanakah Anda berada? Mungkin masih ada tipe lain dalam menanggapi berbagai persoalan, terutama tentang kasus penghinaan Nabi SAW.

Rasulullah SAW telah memberikan tauladan terbaik bagi kita, telah memberikan cinta terbaik bagi kita. Lantas jika dengan alasan itu saja tidak mampu menjadikan diri kita cinta kepada Rasulullah SAW, lalu dengan cara apa lagi agar kita dapat membela kehormatan Nabi SAW?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan yang Membutuhkan Pilihan; Menjaga Cinta atau Mengobati Hati

"Hidup adalah soal pilihan. Manusia dituntut untuk menentukan pilihan mana yang terbaik baginya. Seperti dua mata koin, kita akan mendapatkan jawaban ketika sebuah pilihan telah digulirkan. Setiap pilihan pasti memiliki dampak dan risiko. Semakin besar dampak yang ditawarkan, maka semakin besar pula risiko yang diterima. Maka, selalu libatkan Allah dalam setiap pilihan hidup, karena Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu dan Maha Mengetahui apapun yang terjadi." "Setelah menjalani lika-liku kehidupan, manis-pahitnya perjalanan, kini aku mulai mengerti bahwa diri ini harus lebih berhati-hati dalam menentukan sebuah pilihan jalan. Bukan hanya sekedar keinginan atau hawa nafsu yang dituruti, namun juga kebutuhan dalam diri berupa keimanan dan kesehatan yang harus diprioritaskan atau diutamakan. Kini aku mulai mengerti bagaimana melakukannya karena Allah telah menunjukkan jalan terbaiknya padaku." Mari sejenak kita melakukan refleksi, mengingat dan membayangkan betapa ...

Transformasi Pembaruan Dakwah Kampus; Sebuah Renovasi Cerdas-Paripurna

Secara etimologis Transformasi adalah Perubahan Rupa (betuk, sifat, fungsi dsb). Transformasi secara umum menurut kamus (The New Grolier Webster Internasional dictionary of English Language), menjadi bentuk yang berbeda namun mempunyai nilai-nilai yang sama, perubahan dari satu bentuk atau ungkapan menjadi suatu bentuk yang mempunyai arti atau ungkapan yang sama mulai dari struktur permukaan dan fungsi. Bisa kita saksikan dalam sejarah bahwa Islam adalah agama, nilai dan ajaran yang transformatif. Merubah tatanan hidup manusia dari keburukan yang berbagai macam rupa menjadi kebaikan-kebaikan yang penuh kemuliaan. Sedangkan permbaruan merupakan proses yang senantiasa dijalankan oleh alam semesta atau sebuah proses penyesuaian diri dengan realitas zaman. Kemudian dijelaskan tentang pelaku pembaharuan. Diceritakan kisah-kisah kepahlawanan dari para sahabat. Kesimpulannya terdapat dalam surah Ar-Ra’du: 11 bahwa sebuah pembaruan tidak akan pernah tercapai manakala kita belum berhasil me...

PROGRAM RAMADAN MULIA ISTIQAMAH BERSAMA

Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh kemuliaan dan keberkahan, bulan yang sangat istimewa dan sangat agung, dimana karunia serta ampunan Allah dilimpahkan tanpa batas. Pada bulan ini, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Amal kebaikan terasa sangat mudah dilakukan, program yang menawarkan kebermanfaatan terbentang luas agar saling meninggikan derajat bersama-sama. Selain itu, doa-doa diijabah dengan mudah, sehingga banyak umat Islam saling berlomba untuk kembali kepada Allah. Ramadan adalah madrasah iman yang Allah hadirkan setiap tahun untuk membentuk pribadi umat Islam menjadi bertaqwa. Allah SWT berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa." (QS. Al-Baqarah: 183) Namun realitanya, semangat Ramadan ...